LombokPost - Jelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2025/26, PSSI bersama I.League menggelar Commissioner Course Super League di Jakarta. Acara ini menjadi panggung bagi dua perwakilan terbaik dari NTB, yakni Agus Sukmayadi dan Juanda Rangkuti, untuk memperbarui wawasan dan mengasah profesionalisme sebagai match commissioner (matchcom).
Pelatihan ini adalah langkah nyata untuk memastikan setiap pertandingan berjalan dengan integritas tinggi.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi menegaskan pentingnya peran match commissioner PSSI sebagai penjaga integritas kompetisi.
"Match Commissioner bukan hanya perpanjangan tangan federasi, tetapi juga penjaga integritas kompetisi," ujar Yunus Nusi.
Dengan pelatihan ini, diharapkan seluruh matchcom dapat bekerja lebih profesional dan siap menghadapi dinamika super league musim depan yang semakin kompetitif.
Selama tiga hari, dua matchcom NTB ini mendapatkan berbagai materi strategis. Hari pertama diisi dengan topik Peran dan Tanggung Jawab Match Commissioner dari Saefuddin (FIFA & AFC Match Commissioner), serta sesi tentang Safety & Security Officer (SSO) dan Football Technology Innovation.
Hari kedua, materi berfokus pada Review dan Pengembangan Match Commissioner oleh Asep Saputra, Regulasi & Manual Kompetisi, hingga aspek Komersial Super League.
Di hari terakhir, para peserta menerima pembekalan terkait Komite Disiplin (Komdis) PSSI dan Sistem Pelaporan Pertandingan. Tak kalah penting, mereka juga diberikan informasi mengenai Sistem LIAS terbaru. Sebagai penutup, sesi studi kasus dan tes mengukur kesiapan mereka dalam menjalankan tugas.
Pelatihan ini menjadi modal penting bagi Agus Sukmayadi dan Juanda Rangkuti untuk menghadapi tantangan di lapangan.
Baca Juga: Kapten Arsenal Martin Odegaard Nilai Viktor Gyokeres Pemain Komplet, Wonderkid Muda Siap Bersinar
Asep Saputra, Direktur Operasional I.League, menyatakan bahwa pelatihan ini adalah fondasi profesionalisme pengawasan pertandingan.
"Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian penting dari proses pembaruan dan penyelarasan standar," ungkapnya.
Dengan pengalaman ini, dua matchcom NTB diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya secara optimal demi terselenggaranya BRI Super League yang adil, aman, dan berkualitas sepanjang musim.
Editor : Pujo Nugroho