Yang menarik dari laga ini bukan hanya hasil akhirnya, tapi juga komentar jujur dari Rodri, gelandang andalan City yang baru kembali dari cedera panjang. Rodri akhirnya dimainkan sebagai starter setelah pulih dari cedera ACL yang memaksanya absen sejak akhir musim lalu. Namun kehadirannya belum mampu membawa City kembali ke jalur kemenangan.
Dalam wawancara usai laga, Rodri menegaskan bahwa sepak bola bukan permainan satu orang. Ia menolak anggapan bahwa kembalinya dirinya otomatis akan membuat City kembali menang.
Baca Juga: Franco The New Messi Mastantuono Cetak Sejarah di Real Madrid!
“Saya bukan Messi yang bisa bikin tim menang sendirian. Ini soal kerja sama. Dulu waktu kami sering menang, itu karena saya dibantu semua rekan setim. Jadi bukan karena saya kembali lalu otomatis kami menang. Sepak bola itu permainan tim. Semoga setelah jeda nanti, kami bisa jauh lebih baik,” ujar Rodri kepada Sky Sports.
Komentar Rodri mencerminkan beban besar yang mungkin ditumpukan padanya sejak ia absen. Banyak pihak menganggap Rodri sebagai pemain kunci dalam sistem permainan Pep Guardiola. Tanpa kehadirannya, City terlihat kehilangan kendali di lini tengah dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun Rodri sendiri merasa, satu pemain tidak bisa mengubah hasil jika keseluruhan tim tidak tampil sebagai satu kesatuan.
Dalam pertandingan tersebut, Manchester City sempat unggul lebih dulu lewat gol Erling Haaland. Namun Brighton tampil solid dan membalikkan keadaan lewat gol James Milner serta pemain muda Brajan Gruda. City terlihat kesulitan mempertahankan intensitas permainan dan terlalu mudah kehilangan bola di lini tengah, bahkan dengan kembalinya Rodri.
Baca Juga: Argentina Masih Butuh Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rodri, meski bermain penuh, belum terlihat berada di kondisi terbaiknya. Ia beberapa kali terlambat menutup ruang dan kalah duel dengan pemain Brighton. Ini bisa dimaklumi mengingat ia baru saja kembali dari cedera berat. Namun publik tentu berharap banyak darinya, apalagi mengingat pengaruh besar yang biasa ia berikan saat City meraih treble dua musim lalu.
Manchester City saat ini berada di posisi yang tidak ideal di klasemen sementara Liga Inggris 2025/26. Tekanan mulai mengarah ke Guardiola dan para pemain senior. Rodri menjadi salah satu sosok yang diandalkan untuk memimpin kebangkitan tim setelah jeda internasional.
Kini, dengan dua kekalahan beruntun, City punya waktu dua pekan untuk melakukan evaluasi. Fokus utama ada pada pemulihan fisik pemain, perbaikan taktik, dan penguatan mental tim. Rodri berharap ketika liga kembali dilanjutkan, Manchester City bisa bangkit dan kembali ke performa terbaik mereka seperti musim-musim sebelumnya.
Sementara itu, Pep Guardiola dalam konferensi persnya juga menyatakan bahwa timnya sedang mengalami masa transisi, terutama karena beberapa pemain penting baru pulih dari cedera. Namun ia tetap optimis dengan potensi skuadnya.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa dominasi City tidak akan mudah dipertahankan, dan bahwa kerja kolektif tetap menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan. Rodri sudah mengirim pesan jelas: ini bukan soal satu pemain, ini soal seluruh tim.
Baca Juga: Messi Pakai Kamera, Aksi di Lapangan Kini Bisa Dilihat dari Matanya
Editor : Siti Aeny Maryam