LombokPost - Carlos Alcaraz terus memperkuat statusnya sebagai bintang tenis generasi baru.
Setelah mengalahkan Jannik Sinner di final US Open 2025, Carlos Alcaraz kini mengoleksi enam gelar Grand Slam: dua di Roland Garros, dua di Wimbledon, dan dua di US Open.
Satu mahkota yang belum diraih hanyalah Australia Open, dan itu kini menjadi fokus utama sang juara.
“Sejujurnya, ini adalah tujuan pertama saya. Australia Open selalu menjadi target utama untuk melengkapi karir Grand Slam. Memenangkannya akan menjadi mimpi besar saya,” kata Alcaraz dilansir dari atptour.com.
Selain gelar, kemenangan atas Sinner juga mengantarkan Alcaraz kembali ke peringkat 1 dunia ATP, mengakhiri dominasi 65 minggu Sinner di posisi puncak.
“Saya selalu ingin merebut No. 1 lagi. Melakukannya di hari yang sama dengan meraih Grand Slam membuatnya lebih spesial,” tegasnya.
Pelatih Juan Carlos Ferrero menyebut penampilan Alcaraz di final nyaris sempurna.
“Dia melakukan semua hal dengan tepat. Servisnya konsisten, variasi permainannya menekan Sinner sepanjang laga,” ujarnya.
Sepanjang turnamen, Alcaraz hanya kehilangan satu set—itu pun dari Sinner di final.
Ia juga mencatat statistik luar biasa dengan hanya tiga kali dipatahkan servisnya dalam tujuh pertandingan.
Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan legenda Pete Sampras, yang pernah mencetak rekor serupa.
Rivalitas Alcaraz vs Sinner kini semakin panas. Dalam tiga final Grand Slam berturut-turut, Alcaraz menang dua kali, termasuk di New York. Head-to-Head keduanya pun kini 10-5 untuk keunggulan Alcaraz.
Namun bagi Alcaraz, perjalanan belum selesai. Selain membidik Australia Open 2026, ia juga ingin merebut gelar di dua turnamen ATP Masters 1000 yang tersisa musim ini dan tampil sebagai juara di ATP Finals.
“Perasaan ini luar biasa. Saya bekerja sangat keras untuk trofi ini. Meski sudah dua kali juara di US Open, rasanya tetap seperti mimpi yang jadi kenyataan,” pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita