Lombok Post- Ryan Giggs kembali menjadi sorotan setelah namanya tak masuk nominasi Premier League Hall of Fame 2025. Padahal, Giggs adalah salah satu pemain tersukses sepanjang sejarah liga, dengan koleksi 13 gelar juara Premier League dan total 36 trofi bersama Manchester United.
Keputusan ini langsung menuai kritik tajam dari sang adik, Rhodri Giggs, yang menilai Hall of Fame kini telah kehilangan legitimasi dan menyebutnya sebagai "The Sham Hall of Fame" atau palsu.
Kritik ini muncul karena banyak pengamat dan penggemar sepak bola menilai pencoretan Ryan Giggs dari nominasi Hall of Fame sangat tidak adil. Kontribusi Giggs untuk Premier League selama lebih dari dua dekade sangat signifikan.
Dari performa konsisten, gol-gol penting, hingga kepemimpinan di lapangan, semua dianggap sebagai aset berharga yang seharusnya layak mendapat pengakuan resmi di Hall of Fame.
Baca Juga: Double Deal! Man United Sepakat Lepas Antony dan Sancho Dengan Skema Berbeda.
Rhodri Giggs menegaskan bahwa Ryan Giggs seharusnya masuk Hall of Fame mengingat pengaruhnya yang besar bagi perkembangan Premier League.
“Mereka mengabaikan sejarah dan prestasi yang nyata,” kata Rhodri.
“Hall of Fame seharusnya menjadi simbol kehormatan, tapi kini malah terlihat palsu.” Pernyataan ini memperkuat opini publik yang kecewa terhadap keputusan panitia nominasi Premier League.
Keputusan Ryan Giggs tak masuk nominasi juga memunculkan perdebatan tentang kriteria pemilihan Hall of Fame.
Banyak pihak menilai penghargaan ini lebih menekankan faktor popularitas atau cerita tertentu, ketimbang prestasi dan kontribusi nyata di lapangan.
Ryan Giggs sendiri selama kariernya dikenal sebagai ikon Manchester United dan Premier League, membuat absennya dalam nominasi semakin kontroversial.
Baca Juga: Bruno Fernandes Terbuka Tinggalkan Man United Usai Piala Dunia 2026
Meski begitu, Hall of Fame Premier League tetap melanjutkan seleksi nominasi untuk pemain lain. Namun, publik menilai pencoretan Ryan Giggs membuat legitimasi penghargaan ini dipertanyakan.
Bagi penggemar, keputusan ini menjadi pengingat bahwa meski Hall of Fame memiliki nama besar, keputusannya tidak selalu mencerminkan sejarah sepak bola yang sesungguhnya.
Ryan Giggs tetap dihormati sebagai legenda Manchester United dan Premier League, meski namanya tidak masuk nominasi 2025.
Kontroversi ini membuka diskusi lebih luas mengenai keadilan dan kredibilitas penghargaan dalam dunia sepak bola modern.
Baca Juga: Dikritik Fans Arsenal, Noni Madueke Disebut Punya Mentalitas ala Cristiano Ronaldo