Kritik itu menyinggung kurangnya kontribusi Yamal dalam membantu pertahanan tim.
Menurut laporan Defensa Central, pemain berusia 18 tahun itu merasa kecewa dan tidak dihargai atas kerja kerasnya.
Bahkan, Yamal disebut mulai mempertimbangkan masa depannya di Camp Nou setelah merasa disudutkan oleh komentar sang pelatih.
Flick sebelumnya mengakui Lamine Yamal memang sangat berbakat.
"Tapi untuk naik ke level berikutnya, dia perlu bekerja lebih keras. Sepak bola bukan hanya soal menyerang, tapi juga bertahan,” kata Hensi Flick.
Pernyataan tersebut memantik reaksi keras dari Yamal dan tim di sekitarnya.
Ia menilai kritik Flick tidak seimbang dengan kontribusi yang telah ia berikan, terutama sejak menjadi tulang punggung serangan Blaugrana di musim ini.
Situasi yang memanas itu kini coba dimanfaatkan oleh PSG. Klub raksasa asal Prancis tersebut dilaporkan siap mengajukan tawaran super besar, bahkan melampaui rekor dunia 222 juta euro yang pernah mereka bayarkan untuk Neymar pada 2017 silam.
Langkah ini diyakini sebagai upaya serius PSG untuk memboyong Yamal ke Parc des Princes musim depan.
Meski begitu, Barcelona masih memegang kendali penuh. Kontrak Yamal masih berlaku hingga 2031, membuat klub punya posisi tawar sangat kuat.
Sementara itu, beberapa tim besar lain seperti Real Madrid dan sejumlah klub Premier League juga dikabarkan mengintip peluang untuk memboyong sang pemain muda fenomenal tersebut.
Dengan situasi internal yang panas dan rumor transfer menguat, masa depan Lamine Yamal kini jadi sorotan utama dunia sepak bola Eropa. (*)
Editor : Marthadi