LombokPost – Upaya panjang Yamaha Factory Racing Team dalam mengembangkan mesin V4 akhirnya mulai menemukan arah yang lebih jelas.
Pembalap penguji mereka, Augusto Fernandez, mengumpulkan banyak data penting selama Grand Prix Malaysia 2025, dengan mengendarai Yamaha YZR-M1 prototipe bertenaga V4.
Dalam dua hari balapan di Sirkuit Sepang, Fernandez menjalani peran penting sebagai wildcard.
Ia finis ke-19 pada Tissot Sprint dengan selisih 25,4 detik dari pemenang, dan kembali menempati posisi ke-18 di balapan utama MotoGP Malaysia, terpaut 35,5 detik dari rekan satu pabrikan, Fabio Quartararo.
Menurut Augusto Fernandez, meski hasil di atas kertas belum memuaskan, data yang diperoleh dari YZR-M1 V4 justru memberikan arah pengembangan yang lebih konkret bagi Yamaha MotoGP.
“Akhir pekan yang berat. Saya memulai lebih buruk daripada finis terakhir di Misano, jadi saya merasa perlu memulai lagi dan melihat apa yang perlu saya lakukan selama beberapa hari ke depan untuk menemukan basis yang tepat,” ujar Fernandez.
“Satu-satunya hal positif adalah dengan pekerjaan yang telah kami lakukan sejauh ini, kami berada di posisi yang sama seperti saat finis di Misano,”sambungnya.
Fernandez menegaskan bahwa seluruh pembalap Yamaha mengalami kesulitan di area yang serupa. Namun, setelah menganalisis data secara menyeluruh, tim menemukan masalah yang konsisten, yang justru membantu menentukan arah pengembangan Yamaha V4 ke depan.
“Kami mengalami kesulitan di area yang sama dengan rekan-rekan Yamaha saya. Setelah menganalisis semua data, kami menemukan bahwa kami memiliki masalah yang sama seperti di Misano. Hal positifnya, kami memiliki arah yang jelas untuk tes berikutnya dan untuk Valencia,” ungkapnya.
Menurut Fernandez, Yamaha YZR-M1 V4 kini membutuhkan peningkatan di sektor cengkeraman belakang dan stabilitas kemudi. Tim teknis sedang menyiapkan suku cadang baru yang akan diuji dalam tes Aragon dan tes resmi di Valencia menjelang akhir musim.
“Kami melakukan semua yang kami bisa dengan apa yang kami miliki, termasuk perubahan geometri dan set-up. Sekarang para engineer perlu mengerjakan hal-hal baru dan melanjutkan ke arah ini. Setidaknya, sangat jelas bahwa ini hal yang positif,” imbuhnya.
Meski demikian, Fernandez mengakui bahwa progres ini tidak akan cepat. Yamaha tengah membangun fondasi jangka panjang untuk menghadirkan motor kompetitif di musim 2026, di mana mesin V4 diharapkan bisa membawa YZR-M1 kembali bersaing di papan atas.
Tes Lanjutan di Aragon dan Valencia
Fernandez memastikan motor Yamaha V4 yang digunakan pada uji coba berikutnya akan tetap berbasis pada spesifikasi yang sama, dengan beberapa pembaruan kecil untuk memperbaiki keseimbangan dan traksi.
“Motornya akan seperti ini. Sejauh yang saya pahami, motornya sama seperti sebelumnya, kecuali beberapa perubahan kecil. Mungkin kami bisa menemukan sesuatu dengan arah yang kita temukan untuk Valencia,” jelasnya.
“Kami ingin siap untuk balapan berikutnya. Kami perlu mempercepat pengembangan dan prosesnya sedikit lagi, tapi untungnya kami punya arah yang jelas. Kami hanya perlu terus bekerja keras,” pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita