Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

“Seni Nomor 10” Menghilang: Cesc Fàbregas Ungkap Realita Sepak Bola Modern

Ivan Mardiansyah • Selasa, 4 November 2025 | 15:46 WIB

 

Fàbregas bicara soal hilangnya posisi “nomor 10” yang kreatif di sepak bola modern: sekarang semua jadi struktur dan robotik.
Fàbregas bicara soal hilangnya posisi “nomor 10” yang kreatif di sepak bola modern: sekarang semua jadi struktur dan robotik.

Lombok Post- Di era sekarang, posisi nomor 10 semakin jarang terlihat sebagai sosok kreatif bebas berkeliaran di lini tengah. Menurut legenda sepak bola Spanyol, Cesc Fàbregas, posisi nomor 10  yang dulu dikenal sebagai “seni nomor 10” – mulai menghilang dalam sepak bola modern.
Fàbregas menegaskan bahwa sepak bola modern kini lebih menekankan pada struktur taktis dan kerja kolektif daripada kebebasan seorang kreator di lapangan.

Dia menyebut bahwa pemain-pemain seperti Mesut Özil dan James Rodríguez yang dulu dianggap ikon posisi nomor 10 dengan visi dan umpan-umpan ajaib  kini “tidak lagi diminati pelatih”.

Dengan kata lain, kehilangan nomor 10 kreatif bukan hanya soal sosoknya, tetapi lebih pada filosofi permainan yang berubah.

“Posisi nomor 10 mulai menghilang. Pemain seperti Özil atau James Rodríguez tidak lagi diminati pelatih. Mereka bisa membuka jalan bagi pertandingan dengan umpan-umpan ajaib, tapi sekarang pelatih lebih memilih struktur yang stabil,” ujar Fàbregas.

Baca Juga: Haaland Samai Rekor Cristiano Ronaldo

Dia juga mengenang momen ketika masuknya pelatih seperti Antonio Conte ke Chelsea sebagai “titik balik dalam evolusi sepak bola modern”. Saat itu, dia mulai melihat bagaimana “banyak berlari, sesi terpisah, latihan robotik…” menjadi bagian dari rutinitas klub besar.
Menurut Fàbregas, bagi dirinya yang selalu mengandalkan kreativitas, perubahan ini terasa seperti kehilangan “seni nomor 10”.

Dalam konteks sepak bola modern, konsep “nomor 10” yang dulu punya kebebasan untuk mengeksplorasi ruang, menembus pertahanan dengan visi dan umpan, kini harus beradaptasi dengan sistem yang menuntut pressing tinggi, rotasi cepat, dan posisi yang lebih terstruktur.

Hilangnya “seni nomor 10” bukan berarti tak ada kreator sama sekali. Namun, model gelandang serang klasik yang bebas berkreasi kini makin jarang diterapkan.

Sistem lebih memilih pemain yang bisa juga melakukan fase bertahan, membantu pressing, menjaga struktur, daripada hanya menjadi pengantar bola atau pencipta peluang secara spontan.

Ke depan, untuk klub-klub maupun pelatih yang tertarik menghidupkan kembali “posisi nomor 10”, mereka harus menyeimbangkan antara struktur taktis dan memberi ruang bagi kreativitas.

Karena, seperti yang ditegaskan Fàbregas: kreativitas tetap bagian penting dari permainan, meski sistem terus berubah.

Kesimpulannya: jika Anda menikmati sepak bola dengan “seni nomor 10” gelandang bebas, kreatif, pengatur serangan — maka Anda mungkin sedang melihat bentuk sepak bola yang makin sulit ditemukan di era sekarang. Struktur menang, robotik menang, namun seni nomor 10 semakin terpinggirkan.

 

Editor : Kimda Farida
#struktur taktis sepak bola #sepak bola modern #posisi nomor 10 #James Rodriguez #seni nomor 10 #kehilangan nomor 10 #ozil #kreativitas gelandang serang #cesc fabregas