LombokPost - Laga final WTA Finals 2025 bakal menghadirkan pertarungan epik antara Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina, dua petenis papan atas yang sama-sama tampil sempurna sejak babak penyisihan.
Aryna Sabalenka vs Elena Rybakina akan menjadi duel paling dinantikan di penghujung musim, dengan hadiah besar dan gengsi sebagai juara WTA Finals serta potensi memperkuat posisi di puncak peringkat WTA dunia.
Kedua petenis datang ke final dengan rekor sempurna 4-0 di Riyadh. Pada semifinal, Elena Rybakina bangkit mengalahkan Jessica Pegula 4-6, 6-4, 6-3, sementara Aryna Sabalenka menyingkirkan Amanda Anisimova lewat laga sengit 6-3, 3-6, 6-3.
Pertandingan final Aryna Sabalenka vs Elena Rybakina akan menjadi penentu siapa yang paling dominan di lapangan keras WTA Finals 2025.
Selain trofi, pemenang akan membawa pulang hadiah USD 3,77 juta dan 1.500 poin peringkat WTA — pencapaian yang bisa menentukan siapa petenis nomor 1 dunia di akhir musim.
Kemenangan Aryna Sabalenka atas Amanda Anisimova menjadi bukti konsistensinya sepanjang tahun. Petenis asal Belarus itu tampil agresif dan penuh keyakinan.
“Mungkin tidak ada petenis yang lebih hebat dari Rybakina saat ini, tapi tidak ada yang lebih baik tahun ini daripada Sabalenka,” ujar analis Brad Kallet.
Sejak menjuarai AS Terbuka 2025, Sabalenka mencatat rekor impresif 14 kemenangan dari 15 laga terakhirnya. Di Riyadh, ia tampil mendominasi melawan lawan-lawan kuat seperti Gauff, Pegula, dan Anisimova.
“Saya sangat bersemangat menghadapinya. Saya siap mengerahkan segenap kemampuan saya di musim ini. Ini pertandingan terakhir musim ini. Saya siap bertarung,” kata Sabalenka usai semifinal.
Namun, Rybakina datang dengan kepercayaan diri tinggi. Petenis asal Kazakhstan itu sedang berada dalam performa terbaik, dengan 10 kemenangan beruntun dan servis mematikan yang menghasilkan 503 ace musim ini, terbanyak di WTA Tour.
“Saya merasa dalam kondisi seperti ini dan di lapangan ini, terutama dengan servisnya, sulit baginya untuk mendapatkan poin gratis di setiap pertandingan,” kata Jessica Pegula yang kalah di semifinal.
Rybakina mengakui pertandingan melawan Sabalenka selalu menjadi tantangan besar.
“Aryna, dia juara yang hebat. Selalu sulit melawannya. Dia punya servis keras, pukulan-pukulan keras. Kami sudah sering bertanding, selalu sangat sulit. Saya harus fokus sejak awal,” ujar Rybakina.
Laga Sabalenka vs Rybakina di WTA Finals 2025 Riyadh juga menambah catatan rivalitas panjang keduanya. Ini akan menjadi pertemuan ke-14, dengan Sabalenka unggul 8-5.
Pertemuan terakhir di Wuhan berakhir dengan kemenangan mudah 6-3, 6-3 untuk Sabalenka.
Editor : Rury Anjas Andita