Lombok Post- Pelatih Arne Slot mengungkapkan kemarahannya setelah gol Virgil van Dijk dianulir dalam laga Liverpool lawan Manchester City, menilai bahwa keputusan wasit dan VAR merupakan keputusan jelas dan salah kaprah. Slot merasa bahwa gol itu sah secara permainan, dan bahwa keputusan untuk membatalkannya memiliki pengaruh besar terhadap jalannya pertandingan.
Dalam konferensi pers pasca-laga, Slot menyampaikan bahwa menurut pengamatannya, posisi Andrew Robertson yang dianggap offside dan berpotensi mengganggu penjaga gawang sama sekali tidak memengaruhi ruang gerak kiper lawan. Ia bahkan membandingkan dengan situasi serupa musim lalu di mana keputusan berbeda diambil. Slot menyoroti lamanya flag hakim garis sebelum tanda offside dinaikkan sebagai indikasi bahwa komunikasi di lapangan cukup membingungkan.
Slot menambahkan bahwa meski timnya tampil buruk di babak pertama, momen gol Van Dijk yang dibatalkan bisa saja mengubah arah pertandingan. “Itu keputusan yang berpengaruh,” ujar Slot, “karena jika kami bisa menyamakan kedudukan atau setidaknya mendapatkan momentum, babak pertama kami yang buruk bisa berakhir berbeda.” Slot menegaskan bahwa ia tidak menjadikan keputusan itu sebagai satu-satunya alasan kekalahan, namun percaya bahwa gol yang dianulir tersebut adalah titik balik yang bisa membuat perbedaan.
Dengan demikian, isu gol Van Dijk dianulir kembali menyoroti kontroversi soal penggunaan VAR dan definisi “gangguan” dari pemain yang berada dalam posisi offside. Slot merasa bahwa keputusan salah kaprah itu merugikan Liverpool dan membuka pertanyaan besar tentang konsistensi pengambilan keputusan di Premier League.
Kejadian ini tentu menambah tekanan kepada Liverpool untuk segera bangkit, dan kepada slot untuk menjaga moral tim tetap tinggi meski menghadapi keputusan yang ia nilai merugikan. Di tengah persaingan ketat di Premier League, momentum kecil seperti gol yang dibatalkan dapat memiliki dampak besar dan Slot jelas merasa bahwa klubnya kehilangan kesempatan di momen tersebut.
Baca Juga: Barcelona Resmi Jadi Raja Utang Dunia, Ini Biang Keroknya !
Editor : Akbar Sirinawa