LombokPost – Harapan Felix Auger-Aliassime untuk melangkah jauh di Australian Open 2026 harus berakhir lebih cepat. Unggulan ketujuh asal Kanada itu terpaksa mundur pada putaran pertama Australian Open akibat kram, saat menghadapi petenis Portugal Nuno Borges, Senin (19/1) waktu setempat.
Dalam laga yang berlangsung ketat, Borges unggul 3-6, 6-4, 6-4 ketika Auger-Aliassime mundur di awal set keempat. Petenis berusia 25 tahun tersebut tidak mampu melanjutkan pertandingan setelah hanya memainkan dua poin di set penentuan.
Masalah fisik mulai mengganggu Auger-Aliassime sejak set ketiga. Ia mengalami kram di bagian atas kaki kirinya dan sempat meminta medical time-out di akhir set ketiga, sebelum kembali menerima perawatan menjelang set keempat. Namun, kondisinya tak kunjung membaik.
"Saya baik-baik saja, tetapi saya mulai kram di awal set ketiga," kata Auger-Aliassime. "Sangat sulit untuk bersaing di level ini. Saya mencoba untuk memenangkan satu set, tetapi ya, tidak mungkin hari ini," tambahnya.
Mundurnya Auger-Aliassime menjadi pukulan telak, mengingat ia datang ke Australian Open 2026 dengan kepercayaan diri tinggi usai mencapai semifinal US Open tahun lalu. Ia berharap bisa membuka musim Grand Slam 2026 dengan performa serupa, namun kondisi fisik berkata lain.
Bagi Nuno Borges, hasil ini tetap menjadi kemenangan penting. Petenis Portugal itu menunjukkan sportivitas tinggi usai pertandingan.
“Saya turut prihatin,” kata Borges tentang Auger-Aliassime. “Saya tahu bagaimana rasanya berjuang secara fisik dan itu adalah bagian dari tenis. Saya harap dia cepat pulih dan kembali ke level terbaiknya,” harapnya.
“Ini kemenangan besar bagi saya, apa pun hasilnya. Saya pikir saya bermain dengan baik. Mungkin jika dia dalam kondisi 100 persen, skornya akan berbeda, tetapi saya sangat senang bisa melewati pertandingan ini dan mendapatkan kesempatan lain pada hari Rabu,” ungkapnya.
Kemenangan tersebut mengantar Borges ke babak berikutnya Australian Open 2026. Petenis berusia 28 tahun itu selanjutnya akan menghadapi Juan Manuel Cerundolo atau petenis wild card Australia Jordan Thompson. Borges bukan nama asing di Melbourne, setelah mencapai babak keempat pada 2024 dan babak ketiga tahun lalu sebelum kalah dari Carlos Alcaraz.
Auger-Aliassime sendiri mengaku sejak awal sudah merasakan tanda-tanda kram, meski awalnya berharap kondisi tersebut hanya bersifat sementara.
"Jelas Anda tidak panik." "Anda berpikir, 'Oh, mungkin itu hanya satu gerakan yang salah atau satu lompatan yang terasa tidak tepat'," kata Auger-Aliassime. "Tapi kemudian ketika saya mulai bergerak ke kiri dan ke kanan, harus berlari cepat, dan setiap kali saya kram, Anda tahu apa yang terjadi," tegasnya.
Bukan kali pertama Auger-Aliassime mengalami kram dalam pertandingan, sehingga ia memahami risikonya. Meski begitu, rasa frustrasi tetap tak terhindarkan.
"Saya ingin berada di lapangan untuk menang. Saya ingin berada di lapangan untuk bersaing dengan lawan saya," kata Auger-Aliassime. "Saya tidak ingin hanya berdiri di sana seperti samsak tinju. Jadi tidak ada gunanya, dan Anda tahu harus melanjutkan," ujarnya.
Editor : Rury Anjas Andita