Pelatih Inter, Cristian Chivu, justru membuka peluang Nerazzurri “melukai” The Gunners dengan senjata yang selama ini menjadi kekuatan kedua tim: situasi bola mati.
Menjelang duel penting melawan Arsenal pada Selasa malam, Chivu melontarkan pujian tinggi kepada Mikel Arteta.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Chivu mengaku menaruh respek besar kepada pelatih asal Spanyol tersebut dan bahkan menjadikannya sosok panutan.
“Dia pelatih muda, tetapi sudah sangat berpengalaman dan ambisius. Saya mengaguminya karena identitas kuat yang ia tanamkan di timnya,” ujar Chivu seperti dikutip dari onefootball.com.
Chivu menilai Arsenal sebagai tim yang sangat matang dalam mengontrol permainan. Menurutnya, The Gunners mampu bermain vertikal, melakukan serangan balik cepat, serta memaksimalkan bola kedua—kombinasi yang bisa mematikan bila tidak diantisipasi dengan baik.
“Mereka menguasai pertandingan, menyerang dengan cepat, dan mencetak gol dari bola kedua. Dibutuhkan kedewasaan tinggi agar kami tidak terluka oleh mereka,” lanjutnya.
Meski demikian, pelatih Inter itu menegaskan bahwa Arsenal juga memiliki alasan untuk waspada. Ia menyoroti keunggulan kedua tim dalam memanfaatkan situasi bola mati, yang berpotensi menjadi pembeda dalam laga nanti.
“Arsenal sangat kuat dalam situasi set piece, tetapi mungkin mereka juga khawatir karena kami pun mencetak banyak gol dengan cara yang sama,” kata Chivu.
Lebih jauh, Chivu menegaskan ambisi Inter untuk memutus tren negatif di laga-laga besar musim ini. Ia menyebut laga melawan Arsenal sebagai momen penting untuk mematahkan ‘kutukan’ yang selama ini membayangi performa Inter.
“Kami menghadapi salah satu tim terkuat di Eropa, bersama Bayern. Tapi kami sudah terbiasa memperlakukan setiap pertandingan dengan pendekatan yang sama,” ujarnya.
Chivu juga menekankan pentingnya konsistensi dan fokus penuh demi memastikan Inter finis di delapan besar klasemen dan lolos langsung ke babak berikutnya Liga Champions.
Inter sendiri punya modal positif. Pada fase grup, Nerazzurri sempat menaklukkan Arsenal dengan skor tipis 1-0. Selain itu, The Gunners juga gagal meraih kemenangan saat menghadapi Atalanta di kompetisi yang sama.
Secara historis, Inter dikenal sebagai tim yang kerap tampil solid di Liga Champions. Namun pada musim ini, efektivitas penyelesaian akhir menjadi sorotan utama, meski mereka mampu menciptakan banyak peluang.
Editor : Marthadi