LombokPost-Deru mesin balap mungkin belum memekakkan telinga di awal Januari 2026 ini, namun kesibukan di lintasan Sirkuit Internasional Mandalika justru sedang berada di puncaknya.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, melakukan inspeksi lintasan (Track Inspection) secara menyeluruh guna memastikan sirkuit kebanggaan Indonesia ini tetap dalam kondisi prima sebelum jadwal balap padat sepanjang tahun dimulai.
Priandhi Satria menyisir setiap jengkal aspal, mulai dari area pit lane hingga tikungan-tikungan keramat. Bukan sekadar jalan-jalan, dia membedah satu per satu kesehatan sirkuit pasca-penggunaan intensif di tahun sebelumnya.
Fokus utama inspeksi kali ini adalah permukaan aspal. Andhi menunjukkan beberapa titik yang mengalami pengelupasan.
Fenomena ini menurutnya adalah hal wajar mengingat tingginya aktivitas sirkuit, mulai dari Mandalika Racing Series, Yamaha Sunday Race, hingga berbagai track day.
“Kondisinya sebenarnya mulus, tapi catnya terkelupas dan lapisan aspal ikut tergerus. Bisa karena kendaraan berat atau benda tajam. Jika dibiarkan, air hujan akan masuk ke pori-pori dan merusak batuan aspal secara meluas,” urai Priandhi di sela-sela inspeksi, Selasa (20/1).
Sebagai langkah antisipasi, MGPA melakukan aksi patching atau penambalan secara sistematis. Andhi sapaannya, membeberkan skala pekerjaan yang luar biasa pada tahun 2025 lalu, di mana terdapat hampir 530 titik yang harus diperbaiki.
“Kita tidak ingin menunggu sampai MotoGP. Sobek kecil harus segera ditutup agar tidak semakin parah saat hujan mengguyur,” tegasnya.
Tak hanya soal aspal yang tampak mata, Andhi juga menaruh perhatian pada infrastruktur pendukung di area pit wall.
Ia menunjuk deretan kabel fiber optik yang menjadi nadi data bagi digital flag, sensor track limit, hingga lampu-lampu sirkuit.
Kabel-kabel outdoor ini kini ditata ulang dan ditutup agar tidak terpapar langsung sinar UV dan hujan yang bisa membuatnya getas.
“Kalau kabel fiber optik ini patah karena diinjak atau kepanasan, sensor di ujungnya mati. Sinyal data tidak akan sampai. Makanya sekarang kita tempel rapi ke dinding dan kita lindungi agar umur pakainya panjang,” jelasnya.
Aspek keselamatan tetap menjadi hukum tertinggi di Mandalika. Andhi memeriksa satu per satu alat pemadam kebakaran (APAR) yang tersebar di sepanjang tembok sirkuit.
Setiap tiga bulan, tim memastikan isi bubuk ABC seberat 6 kilogram di dalam tabung diputar dan dikocok agar tidak menggumpal.
“Kita cek fungsinya, isinya, sampai masa berlakunya. Kalau sudah lewat, langsung ganti baru,” tambahnya.
Sentuhan detail juga terlihat di area belakang slim door. Area yang sebelumnya berwarna beton polos kini dicat mencolok dengan warna oranye.
Langkah ini diambil untuk memberikan batas tegas bagi awak media dan kru yang melintas agar tidak sembarangan berdiri di area terlarang tersebut.
Melalui inspeksi awal tahun ini, MGPA menegaskan komitmennya bahwa Sirkuit Internasional Mandalika bukan sekadar sirkuit musiman, melainkan fasilitas olahraga kelas dunia yang selalu siap sedia dalam kondisi prima, kapan pun bendera start dikibarkan.
Editor : Jelo Sangaji