LombokPost - Elena Rybakina kembali ke panggung terbesar. Unggulan No. 5 itu memastikan tiket ke final Australian Open 2026 setelah menahan perlawanan sengit Jessica Pegula dengan skor 6-3, 7-6(7), sekaligus menghadirkan pertandingan ulang final Australian Open 2023 melawan Aryna Sabalenka.
Kemenangan dramatis ini membawa Elena Rybakina ke final Grand Slam ketiga dalam kariernya, sekaligus yang pertama dalam tiga tahun terakhir. Di semifinal Australian Open tersebut, Elena Rybakina menunjukkan mental baja dengan menyelamatkan dua set point di tiebreak set kedua sebelum mengunci kemenangan lewat ace keenam dan return winner penentu.
Pegula Gagal Ukir Sejarah, Rybakina Tetap Tegak
Jessica Pegula nyaris membalikkan keadaan. Runner-up US Open 2024 itu berupaya menjadi wanita pertama di Era Terbuka yang mencapai dua final Grand Slam pertamanya setelah usia 30 tahun. Ia bahkan menyelamatkan tiga match point saat tertinggal 5-3 di set kedua dan dua kali mematahkan servis Elena Rybakina ketika lawannya mencoba menutup pertandingan.
Namun, Elena Rybakina tetap tenang di momen krusial, memenangkan tiebreak menegangkan dan memperbaiki rekor pertemuannya menjadi 4-3 atas Pegula, dalam duel pertama mereka di panggung Grand Slam.
Kilas Balik Trauma, Jadi Sumber Kekuatan
Ketegangan di set kedua sempat membawa Elena Rybakina kembali pada memori pahit di Melbourne. Dua tahun lalu, ia kalah dalam tiebreak set penentuan terpanjang dalam sejarah Grand Slam (22-20) dari Anna Blinkova.
"Itu benar-benar sangat menegangkan," kata Rybakina. "Saya pernah mengalami tiebreak epik di sini beberapa tahun lalu dan kalah, sedikit kilasan balik muncul. Tapi saya sangat senang bahwa pada akhirnya semuanya berpihak kepada saya," ungkapnya.
Final Australian Open 2026: Ulangan Sarat Gengsi
Laga puncak nanti akan menjadi final Australian Open kedua bagi Elena Rybakina, dan sekali lagi ia akan menghadapi Aryna Sabalenka. Pada final Australian Open 2023, Sabalenka menang 4-6, 6-3, 6-4 untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya.
Meski Sabalenka unggul head-to-head dengan skor 8-6, termasuk 5-4 di lapangan keras luar ruangan, Elena Rybakina memimpin rekor pertemuan final dengan 3-1, termasuk kemenangan meyakinkan di final WTA Finals Riyadh 2025.
"Itu adalah pertarungan hebat yang kami mainkan," kata Rybakina. "Hanya saja pada akhirnya dia bermain sedikit lebih baik. Dia memenangkan pertandingan itu, sangat pantas. Saya ingin menikmati final dan semoga saya akan melakukan servis lebih baik daripada hari ini dan itu akan membantu saya," ujarnya.
Statistik Elit Menuju Final Australian Open
Final Australian Open 2026 ini mencatat sejarah. Rybakina dan Sabalenka menjadi pasangan keempat abad ini yang bertemu di lebih dari satu final Australian Open, menyusul Capriati–Hingis, Williams bersaudara, serta Serena Williams–Maria Sharapova.
Menariknya, keduanya melaju ke final tanpa kehilangan satu set pun, menjadikan mereka pasangan finalis Australian Open pertama dengan catatan tersebut sejak Justine Henin vs Kim Clijsters (2004).
Momentum Rybakina Menggila
Elena Rybakina tiba di final dengan performa luar biasa. Ia telah memenangkan 19 dari 20 pertandingan terakhirnya, termasuk sembilan kemenangan beruntun atas pemain Top 10. Di Melbourne, ia kembali menunjukkan konsistensi servis dan keberanian mengambil poin penting.
Petenis berusia 26 tahun itu juga dipastikan kembali ke peringkat 3 besar PIF WTA pekan depan, di bawah Sabalenka dan Iga Swiatek, terlepas dari hasil final Australian Open nanti.
Editor : Rury Anjas Andita