Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Alcaraz Bikin Sejarah di Australian Open, Mimpi Gelar Ke-25 Djokovic Kandas

Marthadi • Minggu, 1 Februari 2026 | 19:32 WIB

 

Aksi Carlos Alcaraz usai sebuah poin saat menghadapi Novak Djokovic dalam final tunggal putra Australian Open di Melbourne, Australia, Minggu (1/2). (Foto: AFP–Yonhap)
Aksi Carlos Alcaraz usai sebuah poin saat menghadapi Novak Djokovic dalam final tunggal putra Australian Open di Melbourne, Australia, Minggu (1/2). (Foto: AFP–Yonhap)
LombokPost - Final Australian Open 2026 menjadi panggung sejarah. Carlos Alcaraz tampil gemilang, menaklukkan Novak Djokovic dalam duel sengit sekaligus menorehkan rekor baru yang mengguncang dunia tenis.

Carlos Alcaraz mencatatkan sejarah besar di dunia tenis usai menjuarai Australian Open dengan mengalahkan Novak Djokovic dalam partai final yang berlangsung ketat dan penuh drama. Kemenangan ini sekaligus menjadikannya petenis termuda yang menuntaskan career Grand Slam.

Dikutip dari bbc.com, Alcaraz yang baru berusia 22 tahun memastikan gelar setelah menang 2-6, 6-2, 6-3, 7-5 atas Djokovic di Melbourne. Usai memastikan poin terakhir, petenis Spanyol itu langsung tersungkur ke lapangan sebagai luapan emosi atas pencapaian bersejarahnya.

Meski gagal menambah koleksi gelar mayor, Djokovic tetap menunjukkan sportivitas tinggi. Petenis Serbia tersebut memanjat net dan memeluk Alcaraz, memberi selamat atas torehan bersejarah sang rival muda.

Kekalahan ini juga membuat Djokovic kembali gagal meraih gelar Grand Slam ke-25, yang akan memisahkannya dari rekor legenda Australia Margaret Court. Hingga kini, Djokovic masih sejajar dengan Court setelah meraih gelar US Open 2023.

Dalam pertandingan tersebut, Djokovic yang kini berusia 38 tahun sempat mendominasi set pertama dengan mengandalkan pengalaman dan ketenangan bermain. Namun Alcaraz perlahan menemukan ritme, tampil agresif dari baseline, dan berhasil membalikkan keadaan hingga memastikan gelar mayor ketujuh dalam kariernya.

Kemenangan di Melbourne melengkapi koleksi gelar Grand Slam Alcaraz, setelah sebelumnya menjuarai French Open, Wimbledon, dan US Open. Ia menjadi petenis kesembilan dalam sejarah yang mampu menjuarai keempat turnamen Grand Slam.

Usai pertandingan, Djokovic mengisyaratkan ketidakpastian masa depannya di Australian Open.

“Saya tidak pernah menyangka masih akan berdiri di upacara penutupan Grand Slam sekali lagi. Siapa yang tahu apa yang terjadi besok, apalagi enam atau 12 bulan ke depan,” ujarnya kepada sekitar 15 ribu penonton di Rod Laver Arena.

Dalam dua musim terakhir, Alcaraz bersama petenis Italia Jannik Sinner muncul sebagai kekuatan dominan di tenis putra. Kemenangan Alcaraz di Australian Open membuat keduanya tercatat telah memborong sembilan gelar Grand Slam terakhir.

Djokovic sendiri sebelumnya tampil luar biasa dengan menyingkirkan Sinner di semifinal. Namun menghadapi dua petenis muda secara beruntun akhirnya menjadi tantangan yang terlalu berat.

Baca Juga: Drama 6 Jam Menguji Batas Ketahanan di Sirkuit Internasional Mandalika

Dalam pidato sebagai runner-up, Djokovic tetap memberikan penghormatan.

“Apa yang telah Anda lakukan sungguh bersejarah—legendaris,” ucap Djokovic kepada Alcaraz.

Dengan senyum, ia menambahkan, “Kamu masih muda, saya yakin kita akan sering bertemu lagi di lapangan.”

Editor : Marthadi
#Australian Open 2026 #Carlos Alcaraz #grand slam tenis #novak djokovic #Final Australian Open