Bos Manchester City ini justru mencak-mencak dan menyebut permainan anak asuhnya "lemas" alias membosankan saat mendepak Salford City dari putaran keempat Piala FA di Stadion Etihad, Sabtu (14/2) malam.
Alih-alih memuji performa tim yang berhasil lolos ke babak selanjutnya, Guardiola justru menunjukkan raut wajah tidak puas. Juru taktik asal Catalunya ini merasa pasukannya gagal menjalankan instruksi dengan baik di lapangan.
"Saya tidak puas dengan kemenangan ini. Kami tidak membaca ruang yang mereka tempati. Itulah mengapa pertandingan ini sangat membosankan," tegas Guardiola dengan nada ketus.
Dalam laga tersebut, The Citizens sebenarnya unggul cepat berkat gol bunuh diri pemain Salford City Alfie Dorrington.
Kemenangan kemudian dikunci oleh gol Marc Guehi yang menjadi torehan perdana bagi pemain bertahan tersebut di Manchester Biru.
Namun, dominasi skor tersebut tidak cukup di mata Guardiola. Ia menilai aliran bola timnya terasa datar dan lambat.
"Satu-satunya kabar baik adalah kami lolos ke ronde kelima. Itu saja," tambahnya.
Langkah rotasi besar-besaran yang dilakukan Guardiola dengan mengubah sembilan pemain inti disinyalir menjadi penyebab chemistry tim belum padu.
Meski begitu, pelatih berusia 55 tahun tersebut enggan menjadikan kelelahan jadwal sebagai alasan.
Kini, City mengalihkan fokus penuh ke perebutan gelar Liga Inggris dengan waktu istirahat satu minggu, sementara para penggemar hanya bisa berharap "kebosanan" Guardiola tidak berlanjut di laga-laga krusial mendatang.
Editor : Marthadi