LombokPost - Kabar kurang sedap datang bagi raksasa Inggris, Arsenal, jelang persiapan mereka di kompetisi bergengsi Eropa. Langkah Arsenal untuk mengejar mimpi ke final Liga Champions pertama dalam 20 tahun kini menemui tantangan berat setelah hasil undian mempertemukan mereka dengan Bayer Leverkusen.
Duel panas Arsenal vs Bayer Leverkusen di babak 16 besar Liga Champions ini diprediksi akan berlangsung sengit. Namun, kedua tim justru sedang dipusingkan dengan kondisi kebugaran pemain pilar mereka. Di kubu tim tamu, Bayer Leverkusen terancam kehilangan mesin gol utama mereka, Patrik Schick, saat bertandang ke markas Meriam London nanti.
Patrik Schick menjadi tumbal kesuksesan Bayer Leverkusen saat menyingkirkan Olympiacos di babak play-off Liga Champions. Striker asal Ceko tersebut sejauh ini merupakan ruh permainan tim dengan torehan 13 gol dan tiga assist. Absennya Patrik Schick tentu menjadi kerugian besar bagi skema permainan yang diusung pelatih Kasper Hjulmand di Liga Champions musim ini.
Kasper Hjulmand sendiri mengakui bahwa kondisi Patrik Schick masih menjadi tanda tanya besar jelang laga krusial kontra Arsenal. "Kami belum tahu pasti bagaimana kondisi Patrik Schick. Dua hari ke depan akan menjadi penentu apakah dia bisa tampil di Liga Champions atau tidak," ujar Hjulmand dengan nada pesimistis.
Masalah Bayer Leverkusen tak berhenti di Patrik Schick. Daftar cedera mereka kian panjang dengan absennya Nathan Tella, Eliesse Ben Seghir, hingga kiper Mark Flekken. Beruntung, mereka memiliki wonderkid Christian Kofane yang sempat mencetak gol kemenangan saat menggantikan posisi Patrik Schick di kompetisi domestik. Namun, intensitas Liga Champions tentu akan jauh berbeda bagi pemain muda.
Di sisi lain, Arsenal juga tidak dalam kondisi sempurna. Manajer Mikel Arteta dipastikan kehilangan Martin Odegaard dan Mikel Merino. Namun, yang paling mengkhawatirkan pendukung Arsenal adalah kondisi bek tangguh William Saliba. Pemain asal Prancis itu mengalami cedera pergelangan kaki saat laga kontra Chelsea dan diragukan tampil membela Arsenal di kancah Liga Champions.
Ketiadaan William Saliba terlihat sangat berdampak pada lini belakang Arsenal. Meski tanpa William Saliba mereka mampu menang tipis atas Brighton, namun menghadapi agresivitas Bayer Leverkusen di Liga Champions tanpa bek utama adalah perjudian besar. Tim medis Arsenal kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan William Saliba.
Angin segar bagi Arsenal hanya datang dari kembalinya Max Dowman dan Kai Havertz. Kembalinya Kai Havertz menjadi modal penting bagi Arsenal untuk membongkar pertahanan Bayer Leverkusen. Sebagai mantan pemain Leverkusen, Kai Havertz diharapkan punya motivasi ekstra untuk membawa Arsenal melaju lebih jauh di kompetisi Liga Champions tahun ini.
Siapakah yang akan unggul dalam duel leg pertama babak 16 besar Liga Champions nanti? Apakah Arsenal mampu memanfaatkan pincangnya skuat Bayer Leverkusen, atau justru absennya William Saliba yang akan berakibat fatal bagi pasukan London Utara?
Editor : Pujo Nugroho