LombokPost - Rekor sensasional tercipta di Miami Open 2026. Jannik Sinner cetak rekor Masters 1000 setelah menang mudah di babak ketiga. Sinner cetak rekor 26 set beruntun usai mengalahkan Corentin Moutet, menjadikannya sorotan utama turnamen. Pencapaian Sinner cetak rekor ini sekaligus melampaui catatan legenda tenis dunia.
Menghadapi Corentin Moutet di Hard Rock Stadium, Jannik Sinner tampil dominan dengan kemenangan 6-1, 6-4. Hasil ini memastikan Sinner cetak rekor baru di level ATP Masters 1000 dengan 26 set berturut-turut, melewati rekor sebelumnya milik Novak Djokovic (24 set).
“Saya sangat senang,” kata Sinner setelah kemenangannya. “Olahraga ini tidak dapat diprediksi, jadi kami mencoba untuk tetap fokus sebisa mungkin dan kita akan lihat apa yang akan terjadi di babak selanjutnya,” ujarnya.
Rekor Sinner cetak rekor ini dimulai sejak turnamen Rolex Paris Masters pada November lalu, saat ia meraih gelar tanpa kehilangan satu set pun. Ia kemudian melanjutkan dominasinya di BNP Paribas Open dan kini memperpanjangnya di Miami Open.
Dominasi Sinner terlihat jelas. Ia memenangkan 87 persen poin servis pertama (33/38) dan mencatatkan 23 winner, jauh mengungguli Moutet yang hanya menghasilkan 11 winner. Dengan performa seperti ini, Sinner cetak rekor bukan sekadar angka, tetapi bukti konsistensi luar biasa di level tertinggi.
Kemenangan dalam waktu satu jam 11 menit itu juga membuat Sinner unggul 2-0 dalam head-to-head atas Moutet. Selain itu, ia memperpanjang rekor tak terkalahkan melawan pemain kidal menjadi 21 pertandingan.
"Ada Ben (Shelton), Tien, Shapovalov, Moutet," kata Sinner. "Saya tidak ingin melupakan pemain lain, tetapi kami mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin, berusaha untuk bermain taktis dan sesempurna mungkin," tegasnya.
Selanjutnya, Sinner akan menghadapi Alex Michelsen di babak keempat. Michelsen lolos setelah menyingkirkan Alejandro Tabilo dalam tiga set.
Momentum Sinner cetak rekor ini juga semakin penting setelah rival utamanya, Carlos Alcaraz, tersingkir lebih awal oleh Sebastian Korda. Situasi ini membuka peluang besar bagi Sinner untuk memangkas jarak dalam perebutan peringkat 1 dunia.
Tak hanya itu, Sinner juga berpeluang mencatat sejarah lain dengan memburu “Sunshine Double”, prestasi langka yang terakhir kali dicapai Roger Federer pada 2017.
Editor : Rury Anjas Andita