LombokPost - Persiapan menuju perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 terus dikebut. Terbaru, KONI DKI Jakarta melakukan kunjungan strategis ke NTB untuk memastikan kesiapan infrastruktur venue dan akomodasi sebagai tuan rumah PON 2028. Sinergi antara NTB, NTT, dan DKI Jakarta menjadi kunci utama agar ajang olahraga empat tahunan ini berjalan sukses tanpa kendala berarti.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi menjelaskan dalam kunjungan tersebut, rombongan KONI DKI Jakarta diajak meninjau langsung berbagai fasilitas pendukung PON 2028, mulai dari hotel yang akan menjadi tempat bermalam para atlet dan official, hingga pengecekan langsung ke calon venue PON 2028.
Setelah mengunjungi sejumlah venue dan akomodasi, KONI NTB dan KONI DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi (Rakor). Rakor digelar secara intensif guna menyamakan persepsi antara NTB, NTT, dan DKI Jakarta. Langkah ini diambil agar status sebagai tuan rumah PON 2028 benar-benar terjaga kualitasnya, baik dari sisi penyelenggaraan maupun kenyamanan peserta.
Baca Juga: Misi Besar NTB di PON 2028: Putra Daerah Harus Ambil Bagian Jadi Wasit Juri di Rumah Sendiri
Mori menegaskan bahwa pertemuan ini sangat strategis mengingat waktu persiapan yang efektif tinggal dua tahun lagi menuju PON 2028. "Kita tidak boleh gagal selaku tuan rumah PON 2028. Persiapan ini sangat serius, dan mulai sekarang koordinasi wajib dilakukan minimal setiap dua bulan sekali," tegasnya.
Penekanan pada koordinasi rutin ini menjadi bukti NTB untuk tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses meraih puncak prestasi di PON 2028.
Menariknya, peran DKI Jakarta dalam PON 2028 kini bukan sekadar menjadi wilayah penyangga. Dengan 14 cabang olahraga (cabor) yang rencananya akan dipertandingkan di Jakarta, DKI memiliki tanggung jawab penuh layaknya tuan rumah sesungguhnya. Hal ini mencakup aspek kesehatan, keamanan, hingga akomodasi atlet yang akan bertanding di sana.
Pihak penyelenggara juga membuka kemungkinan adanya penambahan cabor di wilayah Jakarta jika terdapat kendala teknis pada venue PON 2028 di NTB maupun NTT. Mengingat DKI Jakarta memiliki fasilitas olahraga dengan standar internasional yang sudah sempurna, fleksibilitas ini menjadi pengaman bagi kesuksesan PON 2028 secara keseluruhan.
Baca Juga: Mori Hanafi Puji Strategi Jitu PODSI NTB Siapkan SDM Menuju PON 2028
Sementara itu, Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid menegaskan bahwa posisi Jakarta adalah untuk menyokong kebutuhan yang belum sepenuhnya tersedia di tuan rumah utama. Sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, seluruh elemen di ibu kota siap memberikan dukungan maksimal agar program olahraga nasional ini berjalan sukses tanpa hambatan berarti.
"Terkait kesiapan sarana, Jakarta sebagai daerah penyangga PON memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur. Sebagian besar fasilitas olahraga di Jakarta relatif sudah tersedia dan dalam kondisi mantap. Jika ada perbaikan, hal tersebut hanya berupa renovasi skala kecil yang dipastikan tidak akan mengganggu pos anggaran daerah secara signifikan," jelas Hidayat.
Namun, kesuksesan ini memerlukan sinergi yang kuat. KONI DKI Jakarta menekankan pentingnya persamaan persepsi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) antara NTB, NTT, dan Jakarta. Hal ini krusial karena beberapa cabang olahraga (cabor) yang sarana prasarananya belum siap di tuan rumah akan dilimpahkan pengerjaannya ke Jakarta.
Keberlanjutan program menjadi kunci utama agar pembagian beban kerja ini berjalan mulus. Sebagai Jakarta daerah penyangga PON, DKI Jakarta aktif menjalin koordinasi untuk memetakan program-program apa saja yang harus dilanjutkan di ibu kota.
Editor : Pujo Nugroho