Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IMI dan MGPA Incar Asian Le Mans Series Mengaspal di Sirkuit Mandalika

Dewi • Senin, 4 Mei 2026 | 12:30 WIB
Para pemenang dan tim pembalap GT World Challenge Asia 2026 merayakan kemenangannya di atas podium Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (3/5). (Dewi/Lombok Post)
Para pemenang dan tim pembalap GT World Challenge Asia 2026 merayakan kemenangannya di atas podium Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (3/5). (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Sukses besar penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tak membuat stakeholder otomotif tanah air berpuas diri.

Pasca-balapan tersebut, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) kini mulai memasang radar untuk memboyong ajang balap ketahanan bergengsi, Asian Le Mans Series (ALMS) ke Bumi Gora.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Mandalika sebagai pusat ekosistem balap mobil di Asia Tenggara.

Keberhasilan mengelola balapan mobil GT yang dinilai semakin berkualitas tahun ini menjadi modal kuat (bargaining power) untuk meyakinkan promotor internasional lainnya.

Baca Juga: Mandalika Digadang Jadi Hub Motorsport, Penyelenggaraan GTWCA Semakin Baik

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto melihat Mandalika sebagai aset emas nasional. IMI berkomitmen untuk terus menjembatani komunikasi dengan Federation Internationale de l'Automobile (FIA) guna memuluskan kalender balap internasional di Indonesia.

“Kami sudah lobi-lobi sebelumnya, dan mereka sangat ingin sekali datang kesini. Dan menjadi tugas PR (pekerjaan rumah) saya adalah lolos homologasi,” ucapnya pada wartawan usai menyaksikan GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (3/5).

Adapun homologasi yang dimaksud, kata dia, desain lintasan dimana memerlukan sedikit perubahan saat memasuki pit lane. Sebab dalam ajang Asian Le Mans sedikitnya harus melibatkan 60 mobil balap. 

Baca Juga: Dinamika Lintasan Sean Gelael, MGPA Tetap Beri Dukungan Penuh

“Artinya, jangan sampai tradiknya terlalu padat, dan dari sisi teknis ini bisa menjadi kabar baik kepada Gubernur dan Dirut ITDC bahwa ajang ini semakin membangun ekosistem balap,” terangnya.

Tidak sekadar balapan, ajang Asian Le Mans Series juga membutuhkan ruang untuk latihan, percobaan ban mobil maupun sparepart lainnya. Dan ini semua, kata Moreno bermuara pada raihan homologasi lintasan nantinya.

“Jenjang untuk ajang dunia Le Mans ini harus kita lalui di tingkat Asia dulu,” kata pria berdarah Jawa-Minang ini.

Moreno memastikan tahapan lobi-lobi mulai memberikan hasil pada tahun depan. Sebab di tahun 2026, IMI perlu mengundang pihak penyelenggara datang melihat sirkuit Mandalika.

“Sebenarnya tahun ini sudah oke, tapi saya gak mau buru-buru kita kejar tingkat Asianya dulu dengan menambah atau memperbaiki area masuk pit lane,” cetus anggota DPR RI ini.

Baca Juga: Alinka Hardianti Tampil Perkasa di Kartini Race 2026

Hadirnya Asian Le Mans Series dinilai akan memberikan warna baru bagi pariwisata NTB. Berbeda dengan MotoGP yang fokus pada kecepatan motor, ALMS menawarkan eksklusivitas mobil-mobil prototipe dan GT yang balapannya berlangsung berjam-jam, sehingga memerlukan kesiapan logistik dan teknis yang lebih kompleks.

"Kami ingin kalender di Mandalika selalu terisi sepanjang tahun. Setelah MotoGP, ARRC, dan GT World Challenge, kehadiran Asian Le Mans Series akan semakin mengukuhkan posisi Mandalika sebagai sirkuit internasional yang serba bisa," tulis perwakilan IMI Pusat dalam koordinasi terbarunya.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan berbagai pihak terus dilakukan.

Diskusi awal dengan pihak penyelenggara telah dilakukan tahun lalu mengingat grade homologasi berbeda dibandingkan GT World Challenge Asia maupun MotoGP. 

Baca Juga: Gantikan Agus Setiawan, Ini Alasan ITDC Tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika yang Baru!

“Untuk GT World Challenge Asia ini kan homologasi FIA grade 3 sedangkan Asian Le Mans Series homologasi FIA grade 2,” jelasnya, terpisah.

Menurutnya, perlus ada diskusi lebih lanjut bersama FIA dalam mengubah grade dari tiga menjadi dua. Apa saja yang mesti diperbaiki termasuk hitung-hitungan soal biaya perbaikan.

“Kita juga mesti tahu kajian atau dampaknya secara luas dari dampak Mandalika menyelenggarakan Asian Le Mans Series,” ucap Priandhi.

Fasilitas dan standar keamanan Sirkuit Mandalika kini sudah sangat siap untuk menggelar ajang dengan durasi balapan panjang (endurance) seperti Le Mans. GT World Challenge Asia telah membuktikan bahwa aspal dan manajemen balap di kelas roda empat sudah diakui dunia. 

“Namun perlu diskusi berulang dengan berbagai pihak untuk mewujudkan homiologasi FIA grade 2. Jika telah disepakati perubahnnya seperti apa baru kita hitung biaya perubahan modifikasi lintasan. Tentu pilihan ini harus didiskusikan juga dengan para pemegang saham, ITDC, InJourney Holding, Danantara apakah event ini layak dilaksanakan atau tidak,” beber dia.

Sementara itu, pembalap Indonesia pada ajang GT World Challenge Asia 2026 Sean Gelael terpaksa harus menutup balapan lebih awal saat race 2 di Sirkuit Internasional Mandalika.

Pada lap kedua, Sean Gelael terlibat adu bodi kendaraan dengan pembalap asal China, Adderly Fung sehingga menyebabkan tergerus ke Gravel Bed (area batu kerikil). 

Awalnya, Sean Gelael mulai star pada posisi 6 sedangkan Adderly Fung pada posisi 13. Namun, pada saat balapan baru dimulai, posisi keduanya berubah.

Sean Gelael tergerus ke posisi tujuh sehingga harus lebih agresif mengejar ketertinggalan. Hanya saja, pada saat memasuki menit kedua, Sean Gelael tiba-tiba terperosok ke gravel akibat benturan yang dialaminya. 

Baca Juga: Perkuat Kesiapan Sirkuit Mandalika, ITDC Tingkatkan Fasilitas dan Program Keberlanjutan

Pada wartawan, Sean Gelael meminta maaf kepada para pendukung atau penggemarnya dengan hasil balapan race dua GT World Challenge Asia 2026. Mengingat pada race 1, Sabtu (2/5) lalu dia tampil cukup dominan dan finis di posisi tiga. 

“Ya sayangnya maaf kalau hari ini saya tidak bisa maksimal, tapi Insyaallah yang kemarin sudah bisa bantu untuk memberikan semangat kepada semua (menyaksikan GT World Challenge Asia, red),” kata dia.

Sean menuturkan, Ferrari 296 GT3 Evo miliknya terperosok ke gravel akibat benturan dengan mobil milik Adderly Fung. Meski demikian Sean Gelael sangat menikmati balapan di lintasa Sirkuit Internasinal Mandalika.

“Semoga tahun depan kita bisa ikutan balap lagi,” katanya. 

Editor : Kimda Farida
#Asian Le Mans Series #Ikatan Motor Indonesia (IMI) #MGPA #Bidik #Sirkuit Internasional Mandalika