LombokPost - Gelaran akbar Porprov XII NTB 2026 dipastikan bakal berlangsung sangat meriah dan menyuguhkan pemandangan yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Salah satu gebrakan adalah prosesi kirab obor Porprov NTB yang akan dikemas secara unik dengan melibatkan puluhan pesepeda profesional.
Panitia pelaksana bersama KONI NTB telah merancang konsep matang bertajuk "Bentang Sumbawa Lombok 456 KM". Dalam konsep ini, rombongan pembawa obor dijadwalkan menempuh jarak ekstrem sejauh 456 kilometer dengan cara bersepeda secara estafet untuk mengobarkan semangat para atlet NTB di seluruh penjuru daerah.
Penggunaan sepeda dalam tradisi sakral ini sengata dipilih KONI NTB bukan tanpa alasan. Langkah kreatif ini diambil sebagai sarana strategis untuk mempromosikan cabang olahraga sepeda.
Baca Juga: Intip Kesiapan Venue PON 2028 di NTB, Ketua KONI Pusat Puji Kualitas Venue
Wakil Ketua KONI NTB Ridwan Syah, membenarkan bahwa pelaksanaan kirab obor Porprov NTB edisi kali ini memang sengaja dibuat lebih menantang. Sebanyak 26 pesepeda inti dari komunitas lokal dan pembalap profesional akan dikerahkan sebagai simbol dari tahun penyelenggaraan Porprov XII NTB 2026.
Ritual pengambilan api abadi untuk Porprov XII NTB 2026 ini rencananya akan dilakukan langsung di Gunung Sangiang, Bima. Dari titik tersebut, rombongan akan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Bima pada Senin (13/7) untuk memulai petualangan bersepeda membelah Pulau Sumbawa.
Perjalanan menyukseskan Porprov XII NTB 2026 ini akan melewati total 10 kabupaten/kota. Melalui rute panjang ini, KONI NTB berharap masyarakat luas dapat ikut merasakan gaung dan atmosfer kompetisi yang akan membakar motivasi bertanding para atlet NTB.
Baca Juga: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Garansi Kualitas Porprov XII NTB 2026 Tetap Top
Berdasarkan draf rute resmi yang dirilis, setelah bertolak dari Bima, rombongan akan bermalam di Dompu. Keesokan harinya, rombongan kirab obor Porprov NTB harus menaklukkan rute sejauh 190 kilometer menuju Sumbawa sebelum nantinya menyeberang ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Kayangan.
Setibanya di Pulau Lombok, sisa rute akan melintasi Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga beristirahat di Taman Narmada. Pada hari terakhir, Kamis (16/7), api abadi akan diarak menuju Lombok Utara via Senggigi, lalu kembali ke Mataram melewati jalur Pusuk untuk diserahkan ke Pendopo Gubernur.
Ridwan Syah menegaskan bahwa filosofi jarak 456 kilometer dalam kegiatan bersepeda ini mencerminkan perjuangan keras yang harus dilalui para atlet NTB demi meraih prestasi tertinggi. Kesuksesan ajang Porprov XII NTB 2026 ini juga menjadi indikator penting kesiapan mental daerah, mengingat NTB akan menjadi tuan rumah bersama pada PON 2028 mendatang.
Editor : Pujo Nugroho