LombokPost - Dini hari nanti WIB, dunia mungkin sejenak kembali ke hari ketika Perjanjian Tordesillas ditandatangani. Sebagian jadi wilayah Portugal, sisanya milik Portugal.
Kesepakatan yang diteken kedua negara bertetangga di Jazirah Iberia pada 4 Juni 1494 itu memperlihatkan betapa superiornya keduanya di masa penjelajahan samudera ketika itu. Enam abad berselang, Portugal dan Spanyol memang bukan lagi adidaya.
Tapi, di sepak bola, siapa yang bisa menyangsikan kebesaran nama keduanya. Dengan Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva di kubu Portugal dan Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal di skuad Spanyol, wajar jika dunia “terbelah” saat laga di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, pukul 2.00 dini hari nanti WIB dihelat.
Baca Juga: Cetak Gol ke-20 di Piala Dunia 2026, Messi Pertegas Dominasi
Sebab, ini tak cuma soal tiket ke perempat final. Ini soal rivalitas dua negara bertetangga di Jazirah Iberia yang telah membentang selama berabad-abad.
Rivalitas yang bahkan lahir jauh sebelum sepak bola ditemukan, yang berakar pada era penjelajahan samudera pada abad ke-15. Persaingan tersebut melahirkan Perjanjian Tordesillas pada 1494 yang membagi wilayah penjelajahan di luar Eropa.
Spanyol bergerak ke arah barat menuju Benua Amerika. Sedangkan Portugal menguasai jalur timur hingga Afrika, India, dan Nusantara.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Portugal memang sempat berada di bawah satu mahkota dengan Spanyol dalam Serikat Iberia pada 1580-1640. Namun, setelah kembali merdeka dan memasuki era modern, persaingan kedua negara berubah.
Jika dulu memperebutkan jalur perdagangan dan koloni, kini keduanya berlomba menarik wisatawan dan investasi.
Arus perpindahan penduduk pun ikut berubah.
Jika dahulu banyak warga Portugal merantau ke Spanyol untuk bekerja, kini semakin banyak warga Spanyol yang memilih tinggal, berinvestasi, atau membuka usaha di Portugal.
“Bumbu” Ronaldo
Lebih Istimewa lagi karena duel dini hari nanti WIB berpeluang jadi Derbi Iberia terakhir bagi Ronaldo. Itu menyusul hampir pastinya Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhir megabintang 41 tahun itu bersama Portugal.
“Spanyol salah satu favorit juara. Pertandingan akan sangat berimbang dan kita lihat saja nanti apa yang terjadi,” ujarnya, seperti dikutip dari Marca.
Derbi Iberia sangat jarang terjadi di Piala Dunia. Sebelum edisi 2026, kedua negara baru dua kali bertemu. Spanyol menang 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2010. Delapan tahun kemudian, kedua negara bermain imbang 3-3 pada fase grup Piala Dunia 2018, dengan Ronaldo menorehkan hat-trick.
“Portugal memiliki pemain-pemain hebat dan salah satu tim nasional terbaik, tetapi kami juga tidak perlu iri kepada mereka,” kata bek kanan Spanyol Pedro Porro kepada Radio Marca.
RIVALITAS IBERIA, DARI ENERGI SURYA HINGGA SEPAK BOLA
Meski Spanyol lebih unggul dari sisi luas wilayah, populasi, dan ukuran ekonomi, Portugal menjadi salah satu negara paling maju di Eropa dalam pemanfaatan energi terbarukan serta sukses membangun citra sebagai destinasi wisata premium.
EKONOMI
Spanyol: PDB sekitar USD 1,6 triliun, populasi sekitar 48 juta jiwa.
Portugal: PDB sekitar USD 300 miliar, populasi sekitar 10,3 juta jiwa.
Spanyol unggul dalam skala ekonomi, sedangkan Portugal lebih agresif dalam menarik investasi, talenta, dan penduduk asing.
ENERGI TERBARUKAN
Portugal: Sekitar 70 persen kebutuhan Listrik dipenuhi oleh energi terbarukan, terutama angin dan surya.
Spanyol: Salah satu produsen energi terbarukan terbesar di Eropa dengan kapasitas tenaga surya dan angin yang terus meningkat.
PARIWISATA
Spanyol: Memiliki kekuatan pada destinasi berskala besar, mulai dari kota-kota bersejarah, pantai, hingga kepulauan.
Portugal: Dikenal sebagai destinasi premium untuk wisata budaya, city break, dan selancar.
SEPAK BOLA
Dijuluki Derbi Iberia. Menjadi salah satu rivalitas paling bergengsi di Eropa dan rutin tersaji dalam turnamen besar seperti Piala Eropa, UEFA Nations League, serta Piala Dunia. (ka/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online