LombokPost - Kawasan The Mandalika, Kuta, Pujut, Lombok Tengah (Loteng) benar-benar bergemuruh akhir pekan ini. Sebanyak 9.200 pelari dari berbagai penjuru tanah air memadati Sirkuit Internasional Mandalika dalam ajang bergengsi Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang digelar selama dua hari penuh, 11-12 Juli 2026.
Event akbar yang dibuka sejak Jumat (11/7) ini tidak hanya menyajikan kompetisi olahraga, tetapi menjelma menjadi motor penggerak utama sport tourism (wisata olahraga) yang berdampak masif pada perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada hari pertama, kategori Sunset Run saja sukses membirukan sirkuit dengan kehadiran lebih dari 4.000 peserta. Menyusul hari kedua, kategori Sunrise Run sebanyak 5.200 peserta.
Dukungan penuh dari pemerintah pusat mengalir deras untuk NTB. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI Ni Luh Puspa, mengapresiasi langkah PT Amerta Indah Otsuka yang kembali memilih Lombok sebagai lokasi penyelenggaraan luar Jawa untuk kedua kalinya. Menurutnya, keputusan ini adalah terobosan strategis di destinasi yang unik.
Baca Juga: Mandalika Tidak Hanya Andalkan MotoGP, ITDC Bangun Tiga Lapangan Padel hingga Akomodasi
“Antusiasmenya luar biasa. Event sport tourism seperti ini memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang nyata. Roda ekonomi masyarakat lokal ikut bergerak cepat seiring tingginya tingkat keterisian akomodasi, geliat UMKM, sektor transportasi, hingga penyedia jasa lokal di area sirkuit,” terang Ni Luh Puspa pada wartawan, Sabtu (11/7).
Apresiasi senada dilayangkan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat. Sang legenda bulu tangkis menegaskan bahwa olahraga kini bukan lagi sekadar gaya hidup sehat, melainkan instrumen efektif penggerak ekonomi daerah. “Kehadiran 9.200 peserta tentu berdampak langsung pada tingkat hunian hotel dan usaha lainnya,” cetus Taufik.
Lonjakan ekonomi tersebut dibenarkan oleh Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka. Ia membeberkan bahwa selama pelaksanaan event, tingkat okupansi akomodasi di kawasan Mandalika meroket tajam hingga hampir menyentuh angka 100 persen. Untuk memanjakan para peserta dan wisatawan, ITDC tidak hanya menyuguhkan lintasan balap kelas dunia.
Baca Juga: Traffic Light Kopang Kembali Menyala
“Kami juga menggelar Mandalika Street Food Festival sebagai ruang promosi UMKM lokal, serta meresmikan fasilitas baru berupa tiga lapangan padel dan satu lapangan basket,” papar Troy.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka Puspita Winawati mengungkapkan, magnet Mandalika secara nasional memang sangat kuat. Berdasarkan data penyelenggara, sebanyak 72 persen pelari datang dari luar Pulau Lombok, sementara 28 persen merupakan peserta lokal.
“Kami sengaja menyesuaikan jadwal dengan kalender lari nasional dan internasional agar tidak bentrok. Harapannya, para pelari luar daerah ini memperpanjang masa tinggal (length of stay) untuk menikmati pantai, gunung, dan kuliner khas Lombok,” kata Puspita.
Pada hari pertama, Sabtu (11/7) lalu adalah berlari sembari menikmati matahari terbenam dengan panjang lintasan 4,3K. Sedangkan hari kedua, Minggu (12/7) adalah berlari sembari menikmati matahari terbit dengan kategori Half-Marathon, Full-Marathon dan 10K. “Yang ikut sunrise ini larinya nggak cuma di dalam sirkuit tetapi keluar sirkuit, semua peserta sangat senang, cuacanya adem untuk berlari,” katanya.
Baca Juga: RANS Bidik Kolaborasi Olahraga di Mandalika
Puspita menuturkan, kegiatan lari santai yang digelar Pocari Sweat tahun ini ada di dua lokasi Lombok dan Bandung. Pocari pun memilih Lombok menjadi lokasi perdana digelar tahun ini, sedangkan bulan September nanti berlokasi di Bandung.
“Nah kalau teman-teman perhatikan medalinya ini seperti separuh, dia akan menyatu ketika peserta yang sudah berlari di Lombok kemudian lari juga di event kita di Bandung, seperti hati yang menyatu,” paparnya.
Gayung bersambut, Pemerintah Provinsi NTB langsung membidik target yang lebih tinggi. Berdasarkan evaluasi dari edisi sebelumnya, pemerintah daerah berkomitmen mengupgrade ajang ini agar naik kelas ke level internasional.
Baca Juga: Dorong Sport Tourism, Wamenpora Taufik Hidayat Resmikan Sade Social Space di KEK Mandalika
“Harapan kita, event ini nantinya menjadi world-class marathon sehingga semakin banyak peserta mancanegara yang datang ke NTB. Ini strategi kita meningkatkan daya saing pariwisata agar wisatawan tinggal lebih lama dan belanja lebih banyak di sini,” tegas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Di antara ribuan pelari, kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, menjadi sorotan tersendiri pada Sabtu (11/7) lalu. Turut berlari di sirkuit, Raffi membagikan pengalaman serunya yang penuh drama di garis start.
Ia mengaku awalnya sempat ragu dan berniat batal lari (flank off) akibat kondisi fisik yang kurang bugar dan kurang tidur. Namun, magis atmosfer Mandalika seketika mengubah keputusannya.
“Tadinya jujur saya kurang tidur nih, mau batal aja. Tapi ternyata tadi pada teriak (peserta lain memberi semangat), terus loh kok kaki saya jadi kebawa ikut lari. Di event ini energinya benar-benar terasa, vibes-nya luar biasa!” seru Raffi antusias.
Baca Juga: Pocari Sweat Run 2026, Wamenpora Sebut Mandalika Motor Utama Sport Tourism Indonesia
Raffi memberikan acungan jempol terhadap manajemen panitia tahun ini yang dinilainya jauh lebih rapi, ramai, dan nyaman. Salah satu aspek yang paling ia puji adalah pemilihan waktu yang membuat cuaca sirkuit terasa sangat ramah bagi pelari.
“Benar-benar musim dingin Australia ditransfer ke sini. Tahun ini demi Allah saya ngerasanya larinya enggak panas dan sejuk di Lombok. Wow! Apalagi saat sunset, bagus banget pemandangannya, keren banget,” puji suami Nagita Slavina ini.
Editor : Akbar Sirinawa