LombokPost – Tensi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 yang kian dinamis mendapat atensi khusus dari Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) NTB.
Ketua FPTI NTB, Nadirah Al Habsyi, secara terbuka mengimbau seluruh atlet, ofisial, dan keluarga besar panjat tebing untuk tidak terpengaruh oleh atmosfer kompetisi yang mulai memanas di sejumlah arena.
Nadirah menekankan bahwa esensi utama dari olahraga adalah sebagai sarana pemersatu bangsa, bukan justru memicu perpecahan.
Baca Juga: Kirab Obor Porprov XII NTB 2026 tiba di Lombok Utara
"Kita tahu suasana Porprov saat ini suasananya lagi panas-panas ya. Saya meminta FPTI tidak usah terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Kita harus memberikan yang terbaik buat NTB," ujar Nadirah di sela-sela Pembukaan Cabor Panjat Tebing di Gelanggang Pemuda, Sabtu (18/7) malam.
Pihaknya meminta seluruh pihak yang terlibat di cabang olahraga (cabor) panjat tebing untuk menahan diri dan menikmati kompetisi dengan penuh sukacita.
"Lebih baik tahan diri, riang gembira saja. Justru olahraga ini kan mempersatu sebenarnya, jangan sampai terpecah atau apa," tambahnya.
Baca Juga: Kirab Api Obor PORPROV NTB XII 2026 Tuntas Lintasi Pulau Sumbawa dan Siap Keliling Lombok
Jaring Atlet Lewat Seleksi Alam Porprov untuk PON 2028
Hingga saat ini, jalannya pertandingan cabor panjat tebing dilaporkan telah merampungkan babak final untuk dua kategori awal, yakni speed world record putra dan putri, dengan menyisakan 16 nomor atau mata lomba lagi yang akan dipertandingkan.
Lebih lanjut, Nadirah menjelaskan bahwa ajang Porprov 2026 ini menjadi instrumen krusial bagi FPTI NTB untuk memantau bakat-bakat luar biasa melalui proses seleksi alam.
Hasil akhir dari Porprov ini akan menjadi ancang-ancang utama dalam menyusun kerangka tim bayangan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 mendatang.
FPTI NTB mengusung misi besar untuk mengembalikan kejayaan prestasi panjat tebing NTB seperti saat perhelatan PON di Papua terdahulu, di mana saat itu kontingen NTB sukses menyabet tiga medali emas.
Kendati keran medali emas sempat macet (nol emas) pada pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut lalu akibat berbagai faktor eksternal dan pembinaan terdahulu, FPTI optimis menatap masa depan.
Optimisme ini membubung tinggi mengingat NTB akan bertindak sebagai tuan rumah bersama pada PON 2028 nanti.
"Dengan mengembalikan kejayaan di Papua, kami optimis. Karena kenapa? Karena PON 2028 itu kan ada di NTB. Iklim dan suasana alamnya itu sudah menyatu dengan atlet-atlet kita. Karena kemarin saat di Aceh mendapat nol emas, maka untuk ke depan kami akan berusaha semaksimal mungkin mengembalikan kejayaan waktu PON di Papua, insya Allah," pungkas Nadirah optimis.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Liputan Berita Lombok Post