”Belum ada jaminan, makanya ini dilema,” ujar Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, Rabu (9/2/2022).
Menurutnya, kepastian tamu yang akan berkunjung ke Gili juga harus dipastikan. Sebab percuma jika semua sudah disiapkan tapi tamu tidak ada.
”Sedangkan di daratan sudah tidak jadi masalah,” sambungnya.
Adanya varian baru Covid-19 diakui Danny menambah dilema ketidakpastian jumlah tamu yang akan datang. Hal ini yang perlu segera disikapi. Sebab saat ini pelaku wisata KLU bangkit dari minus, bukan nol.
Dia tak menampik ada sejumlah pelaku wisata belum bisa memastikan akan membuka propertinya. Sebab sebagian dari mereka harus melakukan rehab dan lainnya sebelum dibuka. Sementara biaya untuk itu justru tidak ada.
”Makanya ini harus saling support, kita tidak bisa memaksakan mereka datang ke Gili, karena di Gili saja karena Covid-19 ini banyak yang usahanya jatuh,” jelas politisi Gerindra itu.
Informasi yang didapatnya, 14 ribu tiket terjual. ”Kalau hanya 14 ribu untuk Lombok Tengah dan Mataram saja sudah habis. Apalagi dengan kenaikan Covid-19 ini,” bebernya.
”Di luar Gili sudah penuh, tapi di Gili ini belum,” tandasnya.
Persoalan itu dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata KLU Ainal Yakin. Dari 700 lebih kamar yang tersedia, hanya 200 lebih yang beroperasi. Hal ini dipicu kondisi beruntun gempa hingga pandemi.
”Pelaku usaha hotel butuh cost besar ketika membuka lagi,” katanya.
Sementara untuk pemasaran, Ainal mengatakan tidak bisa melakukan itu jika kamar tidak tersedia.
”Berapa jumlah yang sudah booking belum ada angka pasti,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Baiq Farida