Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah Gili Trawangan Butuh Solusi

Galih Mps • Rabu, 25 Mei 2022 | 20:15 WIB
TINJAU TPST TRAWANGAN: Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan (dua dari kanan) saat meninjau TPST Gili Trawangan, pekan lalu. (FERIAL/LOMBOK POST)
TINJAU TPST TRAWANGAN: Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan (dua dari kanan) saat meninjau TPST Gili Trawangan, pekan lalu. (FERIAL/LOMBOK POST)

TANJUNG- Sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Gili Trawangan semakin menggunung. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini tengah berupaya mencari solusi penanganan sampah di destinsi wisata unggulan KLU tersebut.


Seluruh kepala dusun Desa Gili Indah, pelaku wisata, hingga tokoh masyarakat dikumpulkan untuk mendiskusikan hal itu, Selasa (24/5). Dalam pertemuan itu, juga hadir Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan.


"Solusinya sedang kita komunikasikan dengan stakeholder terkait," ujar Danny.


Persoalan sampah di tiga Gili, khususnya di TPST Gili Trawangan cukup serius. Apalagi volume sampah setiap harinya mencapai 18-20 ton. Sehingga butuh langkah konkret bersama mengatasi hal itu.


"Tadi ada beberapa opsi penanganan sudah dibicarakan," sambungnya.


Di antaranya inventarisir infrastrukturnya, pengelolaan hingga SDM. Namun ada beberapa opsi yang juga harus dibicarakan kembali mengingat hal.itu membutuhkan kajian.


Mengenai usulan keterlibatan pihak ketiga, Danny masih belum berkomentar. Namun dia mengatakan, ada usulan pelaku wisata untuk pengelolaan mandiri dengan melibatkan UPTD Persampahan DLH dan masyarakat.


"Opsi-opsi kerjasama dengan badan usaha atau swasta sempat dibicarakan. Apapun hasilnya nanti, itu kesepakatan kita bersama," katanya.


Berbicara soal sampah di TPST Gili Trawangan, Danny mengaku ada muncul opsi penggeseran. Namun hal ini masih belum mencapai kata kesepakatan bersama.


Mengenai keterbatasan SDM di TPST Gili Trawangan, Politisi Gerindra ini mengatakan itu menjadi evaluasi bersama. Sebab di satu sisi, SDM pemerintahan terbatas dengan sampah yang mencapai 20 ton per harinya.


"Ketika ada hasil masukan, nanti akan kita sampaikan.  Yang jelas bagaimana kita konsentrasi menangani sampah di tiga Gili, khususnya Trawangan," tandasnya.


Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU Rusdianto mengatakan, ada banyak masukan yang menjadi evaluasi pihaknya. Masukan itu diharapkan bisa meningkatkan SDM petugas, terutama di TPST Gili Trawangan.


"Apa yang disampaikan KSM dan lainnya menjadi masukan buat kami meningkatkan kinerja mereka," ujarnya.


Aktivitas TPST Gili Trawangan diklaim Rusdianto tetap berjalan setiap harinya. Bahkan sudah ada kerjasama dengan Forum Masyarakat Pemerhati Lingkungan (FMPL). Secara teknis, FMPL mengangkut sampah dari sumber menuju TPST.


"Artinya keterbatasan tenaga dari UPTD dan dinas dicover kelompok itu saat ini," sambungnya.


Terkait opsi jangka pendek, saat ini tengah diupayakan penyelesaian eksisting gunungan sampah di TPST Gili Trawangan. Dia mengaku sudah ada tawaran agar sampah ditarik ke lahan sebelahnya. Namun hal ini tidak bisa langsung dilakukan karena lahan itu merupakan milik pribadi.


" Ada juga masukan diselesaikan menggunakan insinerator, tapi ini perlu kajian dan perlu konsultasi ke pusat untuk pemanfaatannya," pungkasnya. (fer)

Editor : Galih Mps
#sampah #Gili Trawangan