LombokPost-Sebanyak 25 dokter yang tergabung dalam Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) angkatan 1997 melakukan Bakti Sosial Dies Natalis FK Unair ke-69 di Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Sabtu (28/10).
Kegiatan bertajuk Penyuluhan dan Intervensi Penanganan Stunting. ”NTB dipilih karena masuk enam provinsi terbesar angka stunting Indonesia,” kata Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat FK Unair 97 Pandu Ishaq Nandana, pada Lombok Post.
Data memperlihatkan, di NTB ada dua kabupaten paling banyak kasus, yaitu Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. Pada kedua daerah itu, angka stunting lebih dari 16 persen. Akhirnya KLU dipilih, khususnya Nipah karena termasuk tertinggi kasus stunting.
”Kami pilih di sini juga karena kader aktif dan juga welcome dengan kegiatan ini. Bahkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini sudah terdiagnosis sebanyak 52 anak stunting,” imbuhnya.
Sumber dana kegiatan ini berasal dari uang kas. ”Ini swadaya kami sendiri,” jelasnya.
Meski program ini sudah ada di pemerintah, namun pihaknya ingin memberikan bantuan tambahan. Dia berharap bisa membantu meningkatkan wawasan kader posyandu dan masyarakat.
”Harapannya kader ke depan bisa mendiagnosa lebih cepat dan tepat. Sedangkan orang tua bisa aware dengan kondisi tumbuh kembang anak,” terangnya.
Bentuk bantuan yang disalurkan pun jenisnya tidak serupa yang disalurkan pemerintah. Tujuannya agar bantuan tidak tumpang tindih.
Koordinator Alumni FK Unair 97 Arief Bakhtiar mengatakan kegiatan Dies Natalis Unair dilakukan serentak nasional sebanyak 37 provinsi se-Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa makanan mengandung protein untuk mengatasi stunting.
Pihaknya juga memberikan penyuluhan untuk warga dan kursus bagi tenaga kesehatan nakes.
”Kegiatan sosial ini rutin digelar dengan tema berganti dan sasaran juga menyesuaikan program nasional yang digalakkan pemerintah,” jelasnya.
Baca Juga: KLU Berbenah, Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan di Tiga Gili
Konsultan Hanna Dyahferi Anomsari mengatakan stunting merupakan pertumbuhan anak di bawah rata-rata. Efek stunting yang ditakutkan bukan sekedar pendeknya pertumbuhan fisik, tetapi perkembangan otaknya juga terpengaruh.
”Support sistem lingkungan sekitar harus dipersiapkan saat hamil sampai anak yang dilahirkan berusia dua tahun. Lebih ke pengetahuan dan pendampingan serta monitoring. Yang terpenting itu mencegah supaya tidak terjadi stunting,” ujarnya.
Dokter Spesialis Anak Neurinda Permata Kusumastuti mengatakan, yang diberikan bantuan bahan pokok penunjang menekan stunting di NTB. Termasuk penyuluhan pada orang tua. Pihaknya juga memberikan pelatihan pada nakes. Pelatihan nakes dilakukan agar tidak salah saat melakukan diagnosis atau screening dari stunting.
”Sebenarnya tidak perlu mahal, dengan yang sudah ada ini kalau diolah dengan benar akan bisa memenuhi kebutuhan protein dan gizi lainnya dalam menunjang tumbuh kembang anak,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Marthadi