Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Jadi Tema Debat Kedua Pilkada KLU

nur cahaya • Rabu, 13 November 2024 | 12:02 WIB

 

ADU GAGASAN: Ketiga paslon Cabup-Cawabup KLU waktu mengikuti debat perdana, beberapa waktu lalu.
ADU GAGASAN: Ketiga paslon Cabup-Cawabup KLU waktu mengikuti debat perdana, beberapa waktu lalu.

LombokPost-Debat kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan dilaksanakan Rabu (13/11) malam.

Debat terakhir mengangkat tema, Percepatan dan Pemerataan Pembangunan di Lombok Utara.

Ketua KPU KLU Nizamudin mengatakan, tema tersebut dibagi dalam enam sub tema.

Di antaranya tentang pariwisata, sosial budaya, infrastruktur dan lain sebagainya. Keenam sub tema itu dibahas lebih mendalam oleh masing-masing paslon.

”Baik melalui pertanyaan dari panelis maupun dari sesama calon,” ujarnya, Selasa (12/11).

Kemudian, ada juga perbedaan pada jumlah kehadiran pendukung.

Pada debat pertama, KPU membatasi jumlah pendukung yang boleh datang di arena debat maksimal 30 orang. Sementara pada debat kedua, paslon diperkenankan membawa pendukung hingga 40 orang.

Nizamudin mengaku, penambahan jumlah pendukung ini karena lokasi debat lebih luas dari sebelumnya.

Memang, debat tetap dilaksanakan tempat yang sama, yaitu Medana by Marina Hotel.

”Tetapi kita geser tempatnya ke yang lebih luas. Nanti dibagi, 20 orang di dalam, sisanya di luar,” jelasnya.

Jalannya debat akan dipandu satu moderator.

Pada debat pertama lalu, KPU menggunakan dua moderator. Perubahan juga terjadi pada tim panelis.

”Ada panelis yang diganti, tetapi tidak semuanya,” katanya.

Debat dibagi dalam enam segmen. Segmen pertama penyampaian visi-misi. Hanya saja ada perubahan teknis pada segmen 4 dan 5.

Pada debat sebelumnya, segmen 4 diisi dengan tanya jawab antara calon bupati. Sementara wakil bupati tidak boleh bertanya atau ikut membantu menjawab.

Wakil bupati diberikan kesempatan saling bertanya di segmen 5. Pada debat kedua nanti, calon bupati maupun calon wakil bupati boleh bertanya atau menjawab.

”Semua perubahan ini berdasarkan hasil evaluasi dari debat pertama lalu,” tuturnya.

Ketua Bawaslu KLU Deni Hartawan berharap beberapa  kesalahan pada debat sebelumnya tidak terulang kembali. Karena itu, dia menyarankan kepada KPU untuk melakukan perbaikan-perbaikan. ”Kita berharap agar semua pendukung paslon lebih tertib, terutama yang di luar,” katanya.

Deni memastikan pihaknya akan memberikan pengawasan melekat. Terutama memantau pendukung yang datang.

”Siapa tahu ada pihak-pihak yang dilarang, yang datang. Kita juga awasi prosedur, apakah adil atau tidak dalam memberikan porsi waktu,” imbuhnya.

Untuk paslon, Deni meminta agar lebih fokus terhadap visi-misi masing-masing. Sebab, adu gagasan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan ke publik, siapa yang lebih layak memimpin KLU lima tahun ke depan.

”Paslon bisa memberikan jawaban sesuai pertanyaan, Sehingga masyarakat dapat pelajaran politik,” tandasnya. (bib/r12)

Editor : Kimda Farida
#paslon #debat #Bawaslu #KLU #KPU