LombokPost-Salah satu produksi pertanian potensial di Lombok Utara adalah tanaman jagung.
Saat ini, ada beberapa lokasi yang telah ditanami komoditi ini. Baik secara kolektif maupun perorangan.
Salah satunya penanaman jagung di lahan kosong yang tidak jauh dari Mapolres KLU.
Petugas dari Dinas Pertanian Lombok Utara Artadi mengatakan, jagung cukup potensial menyumbang ketahanan pangan yang selalu digabungkan pemerintah.
Dia optimis, hasil panen jagung di KLU akan lebih bagus dan mengalami peningkatan.
Untuk kepentingan itu, dia meminta kepada masyarakat untuk memahami tatacara memberikan pupuk. Baik pemupukan perdana maupun saat pemberian pupuk pada tahap berikutnya.
”Pemupukan tanaman jagung harus dilakukan dengan tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang baik, dimana pemupukan pertama sebaiknya dilakukan pada usia 10 hingga 20 hari setelah tanam,” kata Artadi.
Pemupukan berikutnya dapat dilakukan pada usia 30 dan 45 hari setelah tanam.
Kemudian yang tidak kalah penting adalah memberikan dosis yang tepat.
”Dosis yang digunakan, 1 genggam pupuk untuk 3 batang tanaman jagung,” terangnya.
Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro mengatakan, di lahan tersebut sudah dilakukan pemupukan perdana.
Pihaknya mendapatkan bimbingan secara langsung dari petugas Dinas Pertanian.
Baca Juga: OJK Luncurkan Pedoman Akses Pelayanan Keuangan Penyandang Disabilitas
”Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam mendukung Program Ketahanan Pangan di Lombok Utara. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh program presiden Republik Indonesia,” ujarnya. (bib/r12)
Editor : Kimda Farida