LombokPost-Cuaca ekstrem yang ditandai dengan angin kencang belakangan ini tidak berpengaruh terhadap aktivitas penyeberangan menuju tiga gili (Gili Air, Meno dan Gili Trawangan). Pelayaran kapal melalui Pelabuhan Bangsal maupun dari Bali tetap berjalan seperti biasa.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang I Ketut Muliana mengatakan cuaca masih dalam kategori normal. Ketinggian ombak di bawah 2 meter. ”Sekarang masih landai, semua kapal masih berlayar,” katanya.
Muliana menjelaskan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memang mengeluarkan prakiraan tentang adanya potensi naiknya ombak dengan ketinggian 2 sampai 2,5 meter. Akan tetapi pantauan di lapangan, tinggi ombak masih di bawah 2 meter.
Meski nanti tinggi ombak mencapai 2 meter, itu tidak akan berpengaruh terhadap aktivitas pelayaran. Sebab, angka tersebut masih dalam kategori normal. ”Kita tetap berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau terus dan update cuaca,” ujarnya.
Demikian juga dengan kecepatan angin yang masih dalam kategori normal. Yaitu 10 samai 25 knot. ”Dengan kondisi tersebut, masih aman untuk aktivitas transportasi laut. Kapal berlayar tetap aman,” tegasnya.
Saat ini ada ada 18 kapal yang beroperasi melayani penumpang ke tiga Gili. Tetapi Muliana mengaku tidak semuanya beroperasi. Akan tetapi dia memastikan itu bukan karena faktor cuaca. ”Adanya kapal tidak berangkat karena tidak ada penumpang. Tamu mengalami penurunan ke gili,” ujar pria asal Bali ini.
Meski begitu, dia mengimbau kepada semua pihak untuk tetap waspada. Dia menekankan agar memperhatikan keselamatan. ”Kita mengimbau kepada awak kapal, agen, nahkoda untuk tetap pantau berita cuaca BMKG,” pungkas Muliana.
Sementara itu, Fauzi salah satu nahkoda kapal di Pelabuhan Bangsal mengaku sejauh ini cuaca masih cukup aman. Angin kencang dalam beberapa hari ini tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi ombak. ”Memang ombaknya terasa kalau angin lagi kencang, tapi tidak signifikan,” katanya.
Karena itu, aktivitas pelayaran masih aman. Tidak juga menyebutkan, kondisi ini tidak berpengaruh terhadap kunjungan. Jikapun ada penurunan tamu, bukan karena cuaca. ”Kalau Januari biasanya menurun karena low season. Nanti kalau high season naik lagi,” tandasnya. (bib/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post