Kegiatan ini mengusung tema laut sehat untuk masa depan, dengan fokus utama membersihkan sampah plastik yang selama ini mencemari garis pantai dan mengancam kelestarian ekosistem laut di wilayah utara Pulau Lombok.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menegaskan bahwa kegiatan bersih pantai ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata empati dan tanggung jawab Polri terhadap krisis lingkungan yang semakin nyata.
Baca Juga: Suhaili Pertanyakan Progres Kasus Perusakan Mobil, Ini Kata Polres Loteng
"Kami hadir bersama DLH, pemerintah desa dan dusun, Bhayangkari, dan masyarakat untuk menunjukkan bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab kolektif. Ini investasi jangka panjang,” ujar kapolres.
Ia juga menambahkan, keberlangsungan laut yang sehat berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, Polres juga menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada warga sekitar.
Tak hanya aparat kepolisian, Bhayangkari Cabang Lombok Utara pun turun langsung ke lapangan.
Ketua Bhayangkari Ny Heny Agus Purwanta menyebut peran ibu rumah tangga sangat vital dalam menjaga kebersihan laut.
“Kami mengedukasi para ibu agar mendukung suami dan anak-anaknya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Lingkungan yang bersih dimulai dari rumah,” tegasnya.
Baca Juga: Kurma Unggulan NTB Bakal Tembus Pasar Dunia! BRIDA Siap Fasilitasi Pengembangan Bibit
Menurut Heny, sampah plastik tak lagi menjadi masalah lokal, namun telah berubah menjadi krisis global yang berdampak langsung pada hasil laut.
Ia menyebut, penurunan hasil tangkapan ikan secara drastis kini jadi alarm bahaya.
“Dulu nelayan bisa dapat satu ton per hari, sekarang sulit. Semua karena laut yang tercemar. Edukasi soal sampah harus digencarkan sejak dini,” tambahnya.
Baca Juga: Puluhan Ribu Warga Kabupaten/Kota se NTB Terancam Tak Dapat Bansos Gara-gara Aturan Baru ini
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kombok Utara Rusdianto menyambut positif inisiatif kolaboratif ini. Ia berharap kegiatan semacam ini menjadi rutinitas, bukan hanya agenda tahunan.
“Kami apresiasi Polres Lombok Utara atas kepeduliannya. Sampah plastik di pantai harus jadi musuh bersama. DLH akan terus dorong edukasi dan pengawasan,” katanya.
Rusdianto juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif sebagai kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan.
Menurutnya, aturan dan regulasi tidak akan berarti jika tidak didukung oleh tindakan nyata dari masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, bersih Pantai Kerakas ini menjadi simbol kesatuan antar instansi dan masyarakat dalam menjaga laut tetap sehat—demi masa depan yang lebih baik dan lestari. (*)
Editor : Marthadi