LombokPost - Warga mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan di desanya. Sebab, fasilitas tersebut rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Apalagi itu merupakan akses utama warga.
Kepala Dusun Kebaloan Bawah Muhammad Umaidi menyampaikan bahwa jembatan rusak sejak delapan tahun lalu. Panjang jembatan sekitar 30 meter.
”Ini akses utama mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan,” katanya.
Kebetulan di dusunnya punya potensi hasil perkebunan melimpah. Mulai dari kelapa, pisang hingga jagung. Untuk hasil panen jagung saja lebih 100 ton per tahun.
”Jembatan ini juga akses menuju Puskesmas Senaru,” jelasnya.
Sejak jembatan rusak, warga tidak bisa ke faskes terdekat. Warga harus berobat ke Puskesmas Bayan meski jaraknya lebih jauh.
”Sehingga kita berharap segera diperbaiki,” tambah Umaidi.
Untuk akses jalan sementara, warga membuat jembatan darurat. Hanya saja jembatan tersebut juga hampir ambruk.
”Kalau ini terputus juga maka terputus akses kami. Jadi kami harus berputar ke Desa Anyar sekitar puluhan kilometer,” ungkapnya.
Demikian juga dengan kondisi jalan di dusunnya. Umaidi mengaku jalan rusak di sepanjang 4,5 kilometer. Hal ini sebenarnya sudah disuarakan pada saat musrenbangdes hingga diadukan ke anggota DPRD Dapil Kecamatan Bayan.
Pihaknya juga telah mengajukan proposal ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Lombok Utara.
”Hanya saja sampai saat ini kami belum tahu seperti apa respon mereka,” imbuhnya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR-PKP KLU Sahgiwan mengatakan perbaikan jembatan Dusun Kebaloam Bawah sudah masuk dalam rencana pekerjaan tahun depan. Jika tidak ada kendala, maka bisa langsung dikerjakan. (bib/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post