Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kawasan wisata unggulan daerah.
Ia mengatakan, setelah melalui tahap perencanaan, proyek ini akan segera masuk proses tender sehingga bisa mulai dikerjakan pada tahun depan.
“Insya Allah secepatnya masuk tender. Kami ingin pembangunan jalan ini segera terealisasi agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.
Dari total Rp 9 miliar anggaran yang disiapkan, sekitar Rp 5 miliar dialokasikan untuk Gili Air.
Dana tersebut difokuskan pada pembangunan sekaligus perbaikan jalan lingkungan yang mendukung aksesibilitas pariwisata.
Sementara Rp 4,4 miliar sisanya diperuntukkan bagi pembangunan jalan lingkungan di Gili Meno.
Kedua proyek itu juga disebutnya sebagai bagian dari program penataan kawasan wisata di dua wilayah wisata tersebut.
Menurut Kusmalahadi, keterbatasan fiskal membuat pemerintah tidak bisa langsung membangun infrastruktur jalan di tiga Gili sekaligus (Trawangan, Meno, dan Air). Oleh karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap.
Yaitu dengan dimulai dari Gili Air dan Gili Meno. Di dua titik itu dianggap lebih mendesak.
“Memang belum semua kebutuhan infrastruktur bisa terpenuhi, tetapi langkah awal ini penting untuk peningkatan kualitas kawasan,” tambah Kusmalahadi.
Ia menambahkan, pembangunan jalan akan difokuskan di sepanjang pesisir kedua pulau yang masuk wilayah Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang itu.
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi jalur utama wisatawan sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Dengan adanya perbaikan jalan, arus pergerakan wisatawan diharapkan menjadi lebih lancar dan nyaman.
Selain itu, Kusmalahadi menegaskan bahwa penataan jalan di Gili Air dan Gili Meno akan meniru desain yang sudah diterapkan di Gili Trawangan. Yaitu dengan onsep jalan yang rapi, ramah lingkungan, dan mendukung aktivitas pariwisata.
“Tiga Gili adalah destinasi kelas dunia. Karena itu, penataan infrastruktur harus mengikuti standar internasional,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus menjadikan pembangunan infrastruktur di kawasan Gili sebagai prioritas berkelanjutan.
Meski dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran, orientasi jangka panjangnya adalah menciptakan kawasan wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga tertata dengan baik.
“Anggaran ini baru langkah awal. Ke depan, ruang publik, fasilitas umum, dan sarana pendukung pariwisata lain juga akan ditata.
Kami ingin pembangunan ini memberi dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun kualitas hidup,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam