Rupanya gadis muda ini adalah mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Kota Mataram.
Hebohnya lagi, warga Pantai Nipah tak hanya menemukan satu korban, tapi dua orang. Hanya saja yang satu laki-laki muda, namun masih hidup walau dengan badan penuh luka.
Setelah Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), identitas korban pun akhirnya terungkap.
Korban laki-laki berinisial RA, 19 tahun, merupakan mahasiswa asal Sumbawa, ditemukan dalam keadaan hidup. Sementara yang perempuan adalah MVPN, berusia 19 tahun, merupakan mahasiswi asal Pejanggik Pajang, Kota Mataram.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, melalui Kasat Reskrim AKP Punguan Hutahaean, S.Tr.K., S.I.K., mengungkapkan, peristiwa bermula ketika kedua korban ingin menikmati senja (sunset) di Pantai Nipah usai kuliah di Kampus Universitas Mataram.
Keduanya berangkat dari kampus sekitar pukul 16.30 WITA, menggunakan sepeda motor Honda PCX hitam dengan nomor polisi EA 5502 AI.
Namun, hingga pukul 24.00 WITA, korban MVPN belum juga pulang ke rumah. Pihak keluarga yang khawatir lalu menghubungi rekan-rekan kuliah korban tapi tak ada info yang pasti.
Pihak keluarga pun semakin khawatir, kemudian memutuskan melakukan pelacakan lokasi terakhir melalui aplikasi cek post (CP). Hasilnya menunjukkan keberadaan korban di sekitar kawasan Pantai Nipah.
Upaya pencarian pun dilakukan. Sekitar pukul 01.30 WITA, RA ditemukan tergeletak dalam kondisi pingsan dengan luka di tubuhnya. Ia segera dibawa ke Puskesmas Nipah, lalu dirujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 06.30 WITA, jasad MVPN ditemukan tak jauh dari lokasi RA. Kondisinya sudah tak bernyawa dalam posisi telungkup.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit sepeda motor Honda PCX hitam milik korban; kendaraan tersebut saat ini telah diamankan di Mapolsek Pemenang untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
“Sat Reskrim bersama unit Identifikasi telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. Untuk korban RA saat ini sudah dirujuk ke RS Bhayangkara guna penanganan medis lebih lanjut, sedangkan terhadap jenazah korban MVPN akan dilakukan otopsi,” ungkap AKP Punguan.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna mengungkap motif dan penyebab pasti kejadian tragis tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung.
Editor : Siti Aeny Maryam