LombokPost - Rencana aksi unjuk rasa di Lombok Barat yang sempat menjadi sorotan, ternyata berjalan damai dan kondusif.
Front Mahasiswa Lombok Barat (FM Lobar) memilih menggelar aksi damai di depan Polres Lombok Barat.
Mereka tak melakukan aksi di Kantor Bupati maupun Gedung DPRD, sehingga tidak mengganggu pelayanan publik.
”Kami memilih aksi damai karena tidak ingin terjadi tindakan anarkis,” jelas Ketua FM Lobar Sopian Hadi kepada wartawan.
Pihaknya juga menegaskan tujuan utama aksi ini adalah menuntut Kapolres Lobar AKBP Yasmara Harahap agar menyatakan sikap dan memastikan tidak ada tindakan represif terhadap masyarakat.
”Kami menuntut agar Kapolres Lobar menyatakan sikap tidak ada tindakan represif kepada masyarakat. Hubungan antara masyarakat dan kepolisian harus harmonis dengan dilakukan tindakan humanis,” ungkap Sopian Hadi.
Sopian juga menjelaskan bahwa aksi damai ini bukan terkait dengan isu-isu politik atau masalah daerah seperti tuntutan penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atau pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.
”Tidak ada tuntutan PBB atau pemotongan TPP ASN. Kami tidak membawa isu daerah,” tegasnya.
Tuntutan utama para mahasiswa adalah agar Kapolres Lombok Barat mengawal tuntas kasus penabrakan oleh kendaraan Rantis Brimob yang menewaskan pengemudi ojek online Affan Kurniawan.
Mereka menuntut agar proses penanganan kasus ini berjalan transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Yasmara Harahap mengapresiasi aksi damai yang dilakukan mahasiswa.
Ia bersyukur para mahasiswa menjalankan aksinya dengan tertib dan tidak anarkis.
Namun demikian, pihaknya juga sempat mengerahkan pasukan gabungan TNI-Polri untuk berjaga di Kantor DPRD dan Kantor Bupati.
”Tapi sejauh ini, tidak ada aksi yang dilaksanakan di sana. Jadi situasi masih sangat kondusif di Lombok Barat,” tegas Yasmara.
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memastikan roda birokrasi dan pelayanan publik di seluruh instansi pemerintah, termasuk puskesmas dan rumah sakit, tetap berjalan lancar.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang telah mendukung pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah.
”Kalaupun ada yang datang melaksanakan aksi unjuk rasa, pasti akan kami terima dengan baik,” tutup Bupati LAZ.
Editor : Kimda Farida