Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Pelaksanaan Maulid Adat di Masjid Kuno Bayan. Fadli Zon Dinobatkan sebagai Datu Pangeran Mas Depati

Habibul Adnan • Kamis, 11 September 2025 | 10:53 WIB

JADI KELUARGA BESAR: Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) dinobatkan sebagai Datu Pangeran Mas Depati saat berkunjung ke Bayan, Selasa (9/9) lalu.
JADI KELUARGA BESAR: Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) dinobatkan sebagai Datu Pangeran Mas Depati saat berkunjung ke Bayan, Selasa (9/9) lalu.
LombokPost - Ada yang berbeda dari pelaksanaan maulid adat di Masjid Kuno, Kecamatan Bayan tahun ini.

Yaitu ada penganugerahan gelar Datu Pangeran Mas Depati kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

Di bawah langit Bayan yang teduh, suasana tampak begitu sakral. Ratusan masyarakat adat berkumpul dengan balutan busana tradisional.

Gong dan gendang bertalu, menyambut kedatangan seorang tamu penting. Dia adalah Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

Kedatangannya di Lombok Utara pada Selasa (9/9), bukan sekadar kunjungan kerja biasa.

Fadli Zon datang untuk menerima sebuah kehormatan besar.

Ya, bersamaan dengan perayaan maulid adat di Masjid Kuno Kecamatan Bayan, dia dianugerahi Gelar Adat “Datu Pangeran Mas Depati”.

Gelar tersebut diberikan masyarakat adat Bayan setelah melalui musyawarah panjang para tokoh adat.

Musyawarah tersebut melibatkan para tokoh adat dari beberapa desa di Kecamatan Bayan. Mulai dari Timuk Orong, Bat Orong, Loloan, hingga Desa Karang Bajo.

Gelar Datu Pangeran Mas Depati yang dianugerahkan kepada Fadli Zon menandakan bahwa dia telah diterima sebagai keluarga besar masyarakat adat Bayan.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, bagi masyarakat Bayan, Fadli Zon bukan sekedar sebagai pejabat negara.

”Gelar ini adalah simbol bahwa Bayan menerima pak menteri sebagai pemimpin sekaligus keluarga inti yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga adat dan budaya,” katanya.

Najmul berharap, momentum ini bisa menjadi tonggak baru dalam memajukan Bayan sebagai salah satu pusat kebudayaan nasional.

Sebab, menurutnya, kekentalan adat Bayan mampu menarik wisatawan lokal hingga mancanegara untuk datang, belajar, dan merasakan langsung kehidupan adat yang penuh nilai spiritual.

Sementara itu, Fadli Zon menyinggung tentang Masjid Kuno Bayan yang merupakan peninggalan sejak abad ke-16.

Keberadaannya sebagai bukti nyata akulturasi budaya dan agama yang terjaga hingga kini.

Tradisi yang terjaga di Kecamatan Bayan adalah warisan yang luar biasa.

”Kita perlu melindungi, mengembangkan, dan memastikan keberlangsungan, terutama di tangan generasi muda,” ucapnya.

Fadli Zon menekankan pentingnya peran anak muda dalam menjaga tradisi.

Menurutnya, kekayaan Bayan bukan hanya terlihat dari upacara adat, tetapi juga dalam tarian, kain tradisional, rumah adat, hingga kuliner khas yang semuanya unik dan sarat makna.

”Inilah bukti betapa kaya budaya bangsa kita. Anak-anak muda Bayan harus menjadi garda depan pelestariannya,” pesannya.

Bagi Fadli Zon, gelar Datu Pangeran Mas Depati adalah sebuah kehormatan yang tak ternilai.

Ia bukan lagi hanya seorang menteri, melainkan bagian dari sebuah keluarga besar, dengan tanggung jawab menjaga dan merawat kebudayaan bersama masyarakat Bayan.

Editor : Kimda Farida
#fadli zon #Bupati KLU #maulid adat bayan #Najmul Akhyar #gelar kehormatan