Berdasarkan data terbaru, persentase penduduk miskin turun menjadi 20,74 persen atau berkurang 3,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 23,96 persen.
Penurunan ini setara dengan berkurangnya sekitar 7.150 jiwa dari kategori penduduk miskin.
Wakil Ketua DPRD KLU I Made Kariyasa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah KLU atas capaian tersebut.
“Kita menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemda KLU. Penurunan mencapai 3 persen itu luar biasa. Kalau angka ini benar, maka ini capaian yang sangat signifikan dan harus terus dilanjutkan,” kata Made.
Meski demikian, menurut Made bahwa keberhasilan menurunkan angka kemiskinan lebih dominan merupakan hasil kerja pemerintahan sebelumnya.
Terutama di masa kepemimpinan Bupati Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati Danny Karter.
Kata dia, program pengentasan kemiskinan yang dibuat pada tahun 2024 lalu menjadi faktor utama penurunan angka kemiskinan saat ini.
"Anggaran program itu sudah kita setujui pada tahun 2023, dan terbukti berhasil mengintervensi langsung,” ujarnya.
Menurutnya, jika lebih dikerucutkan lagi, maka yang paling punya peran besar adalah Danny Karter. Sebagai Wakil Bupati saat itu, dia sekaligus Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan KLU.
Karena itu, program serupa dinilai harus tetap dilanjutkan agar tren penurunan kemiskinan dapat terus berlanjut.
“Kami di DPRD juga banyak mengintervensi program untuk menurunkan angka kemiskinan. Langkah ini harus terus kita lakukan bersama agar angka kemiskinan semakin ditekan,” tegas Made.
Terpisah, Bupati KLU Najmul Akhyar mengatakan, angka ini berdasarkan data resmi yang dirilis oleh BPS Provinsi NTB.
Data tersebut sekaligus menegaskan bahwa angka kemiskinan di KLU mengalami penurunan yang paling progresif di di Provinsi NTB.
"Jika angka penurunan kemiskinan ini bisa dipertahankan secara konsisten, insyaallah dalam beberapa tahun ke depan KLU tidak lagi menjadi daerah termiskin,” ujarnya.
Editor : Siti Aeny Maryam