Terkait fenomena itu, Pertamina memastikan pasokan dalam kondisi aman. Distribusi sejauh ini juga berjalan normal sesuai alokasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengaku hingga September 2025 realisasi penyaluran elpiji subsidi untuk Lombok Utara telah mencapai lebih dari 4.700 metrik ton.
Jumlah tersebut mencaapi 75 persen dari kuota tahunan.
”Stok untuk Lombok Utara dipastikan cukup. Pertamina terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan elpiji tersedia dan digunakan sesuai peruntukannya,” jelas Ahad.
Sebagai langkah mitigasi, Pemprov NTB akan menerapkan kebijakan larangan penggunaan gas melon bagi ASN, pelaku usaha hotel, restoran, kafe, serta segmen lain yang tidak berhak.
Kelompok tersebut diarahkan beralih ke elpiji non-subsidi seperti Bright Gas melalui program ASN Trade In.
Ahad menambahkan kebijakan serupa sudah diterapkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Program itu dinilai berhasil memperketat penggunaan elpiji subsidi sehingga benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.
”Harapan kami, dengan adanya rencana kebijakan ini di NTB, penyaluran elpiji subsidi bisa semakin tepat sasaran," ujar Ahad
Kami juga mengimbau masyarakat agar membeli elpiji di pangkalan resmi, sehingga memperoleh harga sesuai HET dengan kualitas dan kuantitas yang terjamin,” tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam