Salah satunya melalui program bantuan benih padi gogo dari pemerintah pusat yang baru saja diterima sebanyak 16,9 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi mengatakan, bantuan tersebut dialokasikan untuk petani di tiga Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Bayan.
Dia mengaku, seluruhnya sudah kita distribusikan kelas para sesuai dengan luas lahan yang telah ditentukan.
Menurutnya, benih padi gogo itu akan ditanam di lahan seluas 845 hektare. Setiap hektare mendapat jatah 20 kilogram benih lengkap dengan obat-obatan pendukung agar kualitas tanam tetap terjaga.
Tresnahadi menegaskan, distribusi bantuan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional berbasis daerah.
Lombok Utara menjadi salah satu penerima karena memiliki potensi lahan kering cukup luas untuk pengembangan padi gogo.
“Padi gogo ini memang cocok ditanam di lahan kering, apalagi di kawasan utara Lombok yang masih banyak memanfaatkan lahan tadah hujan," imbuhnya.
Kata doa, dengan adanya bantuan ini, diharapkan bisa meningkatkan produksi pangan lokal.
Kemudian yang tidak kalah penting, mampu mengurangi ketergantungan pada beras impor.
Rencananya, benih padi gogo mulai ditanam pada musim hujan mendatang.
Pemda KLU juga menyiapkan pendampingan teknis bagi kelompok tani penerima agar hasil sesuai target.
Tresnahadi menambahkan, pihaknya akan menurunkan penyuluh untuk mendampingi petani.
Pendampingan tersebut mulai dari awal, yaitu sejak penanaman hingga panen. "Agar hasilnya bisa maksimal,” katanya.
Editor : Kimda Farida