Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dorong Literasi Berbasis Budaya Lokal melalui Sasak Literatif

Habibul Adnan • Selasa, 30 September 2025 | 12:49 WIB

LITERASI BUDAYA: Wakil Bupati KLU Kusmalahadi (delapan dari kanan) bersama peserta Sasak Literatif
LITERASI BUDAYA: Wakil Bupati KLU Kusmalahadi (delapan dari kanan) bersama peserta Sasak Literatif
LombokPost - Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira saat ini tengah mengadakan Sasak Literatif 2025.

Kegiatan yang dipaksakan di Desa Bentek, Kecamatan Gangga itu bertujuan mempromosikan literasi berbasis budaya lokal.

Dalam pelaksanaanya, Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kegiatannya akan berlangsung selama enam hari ke depan.

Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri saat membuka acara kemarin (29/9) menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan manusia.

"Gerakan literasi adalah pondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia," ujarnya.

Dia menerangkan, Lombok Utara memiliki kekayaan budaya.

Melalui kegiatan tersebut kian menegaskan KLU sebagai daerah yang kaya tradisi sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman.

InisiatorSasak Literatif 2025 Sandi Justitia Putra mengaku, kegiatan ini mengusung semangat

"Menyulam Cerdas, Menulis Kritis, Membaca Dunia". Di dalamnya ada seminar, lokakarya, workshop pengelolaan TBM, diskusi komunitas literasi, dan pelatihan penulisan cerpen.

Dia mengatakan, keunikan Sasak Literatif tahun ini adalah upaya menghubungkan tradisi dengan literasi modern.

"Kami ingin literasi tidak sekadar praktik membaca dan menulis, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya yang hidup," ungkapnya.

Peserta yang ikut sekitar 160 orang. Mereka terdiri dari komunitas literasi, pengelola TBM, guru, dosen, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Partisipasi lintas generasi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi dan memperkuat jejaring budaya dan literasi di Lombok Utara.

Dia menjelaskan, Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira merupakan sanggar budaya yang konsisten melestarikan sekaligus mengembangkan tradisi lokal di tengah arus modernisasi.

Dari kegiatan tersebut diharapkan menjaga kebudayaan lokal dan menjadikannya sebagai fondasi lahirnya generasi cerdas, kritis, dan berdaya saing di era digital.

Editor : Kimda Farida
#sanggar Lombok Utara #sanggar budaya #sanggar Lombok #Pemda KLU #Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira