Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Inspiratif di SLBN 1 Lombok Utara, Karya Batik Lindungi Budaya Lokal dengan Hak Cipta

Habibul Adnan • Sabtu, 15 November 2025 | 11:17 WIB

PUNYA HAK PATEN: Kepala SLBN KLU Iriyati menunjukan batik motif Jong Bayan dan Masjid Kuno karya para siswa
PUNYA HAK PATEN: Kepala SLBN KLU Iriyati menunjukan batik motif Jong Bayan dan Masjid Kuno karya para siswa
LombokPost - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Lombok Utara memiliki tiga program vokasi.

Yaitu perkebunan melalui sistem hidroponik, membatik, dan tata boga. Progres paling luar biasa adalah membatik.

Di sebuah ruang praktikum berukuran sedang di SLBN 1 Lombok Utara, suasana tampak begitu hening.

Hanya suara goresan canting di atas kain putih. Beberapa siswa duduk berjejer, tubuhnya condong ke depan, mata fokus mengikuti pola yang sudah tergambar tipis.


Tangan mereka tampak luwes membentuk lengkung dan titik halus yang menjadi ciri khas batik.

Di meja panjang, motif-motif khas Lombok Utara tertata rapi. Yaitu motif Jong Bayan dan Masjid Kuno Bayan.


Motif Jong Bayan terinspirasi dari warisan pelayaran dan budaya Bayan.

Sedangkan motif Masjid Kuno Bayan yang menjadi ikon sejarah Islam tertua di Lombok, menggambarkan semangat untuk mempertahankan warisan budaya.


Kepala SLBN 1 Lombok Utara Iriyati memperhatikan dengan serius para siswanya. Dia memandangi dengan bangga.

Mereka tampak serius menggambar pola. "Ada dua motif yang sedang kami kembangkan, Jong Bayan dan Masjid Kuno,” ujarnya.


Tahun ini menjadi tonggak penting bagi sekolah tersebut.

Kedua motif batik karya siswa penyandang disabilitas itu telah resmi mendapatkan sertifikat hak cipta, sehingga tidak bisa diklaim oleh pihak lain.

”Tujuannya untuk menjaga karya anak-anak,” kata Iriyati.


Perjalanan membatik di SLBN 1 Lombok Utara baru berlangsung sekitar setahun.

Akan tetapi kemajuannya luar biasa. Hingga kini, sudah lebih dari 400 lembar batik berhasil diproduksi.


Yang cukup membanggakan, karya-karya itu bukan hanya sekadar latihan. Namun mulai dilirik banyak pihak.

”Sudah ada pesanan dari instansi pemerintahan, lembaga, hingga komunitas,” ujarnya.


Dipilihnya motif-motif khas Lombok Utara bukan tanpa alasan.

”Kami sengaja mengambil kekhasan KLU. Harapannya, bisa memperkenalkan kebudayaan Lombok Utara. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memperkenalkan kebanggaan kita,” kata Iriyati.


Kini, kegiatan vokasi membatik bukan hanya menjadi program unggulan sekolah. Tapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali potensi diri.

Selain membatik, sekolah ini juga memiliki program hidroponik dan tata boga.

Untuk pemesanan, sekolah membuka layanan personalisasi. Bisa disesuaikan dengan keinginan konsumen.

”Kalau ada yang mau pesan, bisa tulis nama lembaga, pilih warna, bahkan motif sesuai keinginan,” jelas Iriyati.

Editor : Kimda Farida
#program vokasi #SLBN 1 Lombok Utara #kreativitas siswa slbn 1 Lombok Utara #Lombok Utara