Dengan teknologi tersebut, polisi memantau aktivitas di sejumlah kawasan. Salah satunya, memantau kemungkinan adanya pembalakan liar.
Patroli yang melibatkan beberapa instansi terkait itu memfokuskan pengawasan di dua titik. Yaitu Hutan Lindung Kelompok Hutan Rinjani di Dusun Kerujuk, Desa Jenggala, Kecamatan Pemenang, serta Hutan Senjajak di kawasan PLTMH Dusun Senjajak, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga.
Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Punguan Hutahean mengatakan, pengawasan melibatkan Unit Tipidter, perwakilan Sat Intelkam Polres, serta petugas KPH Rinjani Barat.
"Tim menyisir area hutan menggunakan drone untuk memantau kemungkinan adanya pembalakan liar di wilayah yang sulit dijangkau dengan akses biasa," jelasnya.
Hasil pantauan drone menunjukkan, kawasan hutan dalam kondisi aman.
Pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas ilegal maupun pembukaan lahan yang mengarah pada gundulnya daerah resapan air.
Punguan menegaskan, Sat Reskrim Polres Lombok Utara akan terus berkoordinasi dengan instansi kehutanan untuk melakukan pemetaan titik-titik rawan pembalakan liar di seluruh wilayah KLU.
Jika ditemukan ada aktivitas yang mengarah pada pelanggaran hukum, dia memastikan akan memberikan tindakan tegas.
Selain memastikan keamanan hutan, langkah ini juga selaras dengan upaya mitigasi bencana menghadapi musim hujan.
Dengan pengawasan dan pencegahan sedini mungkin terhadap kerusakan daerah hulu, akan meminimalisir risiko banjir dan longsor di wilayah hilir.
Dia menambahkan, patroli udara ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga kelestarian hutan.
Terlebih, kawasan tersebut berada di hulu sungai yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam bagi masyarakat di wilayah hilir.
Kepala Pelaksana BPBD KLU M. Zaldy Rahadian mengapresiasi kegiatan patroli itu. Apalagi Lombok Utara berpotensi terjadinya berbagai jenis bencana. Termasuk longsor banjir.
"Perlu langkah antisipatif dari kita semua," ujarnya.
Ancaman tanah longsor berpotensi terjadi di beberapa titik. Terutama di wilayah Kecamatan Pemenang hingga kawasan perbukitan di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Bayan.
Kata dia, struktur lahan miring, tutupan lahan yang menipis, serta intensitas hujan tinggi menjadi pemicu bencana ini.
Zaldy menegaskan, bahwa strategi mitigasi menjadi kunci keselamatan masyarakat.
Mulai dari pemetaan risiko, pembangunan infrastruktur tahan bencana, penyusunan regulasi, hingga pelatihan dan simulasi kebencanaan.
Editor : Siti Aeny Maryam