Kabid Cipta Karya Dinas PUPR-Perkim Rangga Wijaya, mengungkapkan, pekerjaan masih membutuhkan penyelesaian pada beberapa item penunjang.
Seperti penanaman tanaman, pemasangan kursi, serta penyempurnaan sejumlah detail.
Kemudian lighting dan pencahayaan gapura. Pencahayaan juga akan dipasang di pohon kurma yang ada di bagian depan ruang terbuka hijau itu.
"Dan pencahayaan tangga bergelombang di depan gapura. Di gapura juga ada tambahan ornamen,” jelas Rangga.
Untuk memastikan semua pekerjaan tuntas, proyek ini mendapatkan addendum hingga 25 Desember.
Meski demikian, Rangga optimistis seluruh target penyelesaian dapat terpenuhi tepat waktu.
Sementara itu, Masni salah satu warga KLU menilai, keberadaan taman kota ini akan menjadi daya tarik baru bagi daerah.
Menurutnya, desain dan fasilitas yang disiapkan akan membuat warga memiliki ruang berkumpul yang representatif. "Ada tempat rekreasi murah untuk keluarga," katanya.
Dia menambahkan, setelah fasilitas publik ini rampung, akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
Yaitu ini tidak hanya menjadi tempat hiburan tetapi juga ruang interaksi sosial yang positif bagi masyarakat.
Menurutnya, di antara dampak positifnya, akan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi UMKM di sekitar kawasan, hingga mempercantik wajah ibu kota kabupaten.
Baca Juga: Teluk Nare Diproyeksi Jadi “Sanur”-nya Lombok Utara
Ini diharapkan mampu memperkuat identitas kota sekaligus menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Lombok Utara.
Editor : Siti Aeny Maryam