Salah satunya dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Kemudian, penguatan pemasaran dan branding daerah. Kepala Dinas Pariwisata KLU Dende Dewi
menyampaikan, hal ini juga sudah dilakukan sepanjang tahun 2025.
"Pada tahun 2025 sebanyak 410 SDM pariwisata lokal telah mendapatkan pembekalan kepariwisataan," jelasnya.
Dari jumlah tersebut, 220 orang di antaranya telah mengikuti sertifikasi dan peningkatan kompetensi sesuai standar industri pariwisata.
Dende mengatakan, penguatan SDM adalah pondasi utama pariwisata berkelanjutan.
"Kami tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas layanan dan kesiapan pelaku wisata lokal agar mampu bersaing dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan,” ujarnya.
Pembekalan yang diberikan mencakup berbagai program strategis.
Mulai dari sertifikasi front office bagi Pokdarwis dan OPD, sertifikasi pramuwisata muda (guide), bimtek tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi.
Ada juga pelatihan upselling bahasa Inggris, sertifikasi gastronomi dan produk, hingga sertifikasi laik, sanitasi dan higiene. Termasuk juga pelatihan pemandu wisata selam.
Tak hanya SDM individu, 22 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Lombok Utara juga mendapatkan pendampingan intensif sepanjang tahun 2025.
Dende menjelaskan, ini guna memperkuat kelembagaan dan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat.
Di sisi pemasaran dan branding daerah, Dinas Pariwisata KLU mencatat capaian membanggakan.
Salah satu event unggulan Lombok Utara, yaitu Gili Festival 2025 berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 Kementerian Pariwisata RI.
Selain itu, Desa Wisata Senaru meraih satu nominasi penghargaan nasional di tahun yang sama.
“Ini menunjukkan bahwa Lombok Utara semakin diperhitungkan di tingkat nasional. Ini hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat,” kata Dende Dewi.
Sepanjang tahun 2025, Lombok Utara turut menyelenggarakan 10 event daerah. Di antaranya Lombok Coffeeland, Parade Budaya, Gili Festival & Mandi Safar, Pameran Pembangunan, Mulud Adat, Sail Indonesia, Pemilihan Teruna Dedara, Gawe Beleg, dan Sasak Fest.
Dende Dewi berharap, seluruh program tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Dia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjadikan pariwisata tumbuh inklusif, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
"SDM yang kuat dan branding yang tepat adalah kuncinya,” pungkasnya.
Editor : Jelo Sangaji