Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Erna Wati Tak Mau Mengandalkan Satu Sumber Penghasilan

Habibul Adnan • Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:41 WIB
Ena Wati
Ena Wati

LombokPost – Tekanan ekonomi akibat meningkatnya harga kebutuhan pokok mendorong sebagian masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan.

Pekerjaan sampingan pun menjadi solusi alternatif guna menjaga kestabilan ekonomi keluarga.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh Ena Wati, pegawai pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Di sela pekerjaannya sebagai aparatur pemerintah, Ena juga menekuni usaha sampingan di bidang penjualan perabot rumah tangga dan elektronik, baik secara tunai maupun kredit.

“Menurut saya pribadi, jangan pernah mengandalkan satu sumber penghasilan. Apalagi saat ini kebutuhan hidup semakin meningkat, sementara penghasilan utama sering kali terasa pas-pasan,” ujar Ena.

Ia mengungkapkan, usaha sampingan yang dijalaninya memang tidak selalu menghasilkan keuntungan besar.

Namun, dengan pengelolaan yang baik, hasilnya dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, bahkan sebagian bisa disisihkan untuk tabungan pendidikan anak-anak.

Motivasi utama Ena menjalankan usaha sampingan adalah keinginan untuk membantu perekonomian keluarga.

Tentu saja mempersiapkan masa depan. “Apalagi setelah dikaruniai anak, tentu yang dipikirkan bukan hanya hari ini, tapi juga pendidikan dan kebutuhan mereka ke depan,” katanya.

Meski demikian, Ena tidak menampik adanya tantangan dan risiko dalam menjalankan usaha.

Khususnya pada sistem penjualan kredit. Seperti keterlambatan pembayaran hingga angsuran yang tidak lunas menjadi.

Perempuan kelahiran 10 Desember 1986 itu mengaku tidak terbiasa menagih pelanggan. Dia kadang malu langsung menagih.

“Saya ini tipe orang yang tidak enakan, apalagi kalau pembelinya keluarga atau teman. Bahkan kadang tidak ambil untung sama sekali,” tuturnya sambil tersenyum.

Terkait kelelahan dan manajemen waktu, Ena menilai hal tersebut kembali pada motivasi diri. Menurutnya, rasa lelah tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berusaha.

“Kalau kita sudah mengeluh lelah, pekerjaan tidak akan selesai dan hasil pun tidak akan ada,” ucap ibu warga Dusun Karang Kates, Desa Gondang, Kecamatan Gangga ini.

Ia juga memastikan usaha sampingan yang dijalani tidak mengganggu tugas utamanya sebagai pegawai pemerintah.

Pemasaran produk dilakukan secara daring melalui media sosial, sehingga tidak menyita waktu kerja. “Sekarang semuanya sudah canggih, tidak perlu promosi keliling,” jelasnya.

Ena sendiri telah menekuni dunia usaha sejak lama. Bahkan sebelum bekerja di BKAD, ia sudah berjualan pulsa menggunakan ponsel sederhana. Pernah juga berjualan ponsel bekas.

Meski sempat mengalami kerugian besar akibat pencurian sekitar tahun 2009, ia tidak menyerah.

Setelah menikah, Ena kembali berjualan, mulai dari pulsa hingga pakaian, baik secara daring maupun langsung.

Dia kemudian memberanikan mengembangkan usaha dengan modal karena permintaan dan kepercayaan pelanggan. "Alhamdulillah, hasilnya bisa saya rasakan,” pungkas Ena Wati.

Editor : Kimda Farida
#BPKAD Lombok Utara #kerja sampingan ena wati #ena Wati Lombok Utara #Pemda Lombok Utara