LombokPost - Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini tengah menyalurkan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada para nelayan.
Pembagiannya secara bertahap, dan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Balai Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, siang itu tampak lebih ramai dari biasanya.
Puluhan nelayan duduk berderet, sebagian mengenakan kaus lusuh dan topi nelayan yang mulai pudar warnanya.
Wajah-wajah lelah terpancar, namun terselip rasa harap saat bantuan
Angin laut masih terasa kencang. Cuaca ekstrem yang melanda perairan Lombok Utara dalam beberapa bulan terakhir membuat banyak nelayan terpaksa menggantungkan jaring dan perahu mereka.
Sebagian rusak diterjang ombak tinggi, sebagian lainnya dibiarkan terikat di pesisir tanpa kepastian kapan bisa kembali melaut.
Beginilah kondisi cuaca dalam beberapa bulan terakhir di wilayah pesisir Lombok Utara.
Akibatnya, para nelayan libur melaut dalam jangka waktu yang cukup lama. Sebagai bentuk kehadiran Pemda KLU terhadap kondisi ini, para nelayan diberi bantuan beras cadangan pemerintah yang sudah mulai disalurkan, beberapa waktu lalu.
Pada pagi hingga siang Rabu (11/2) giliran para nelayan di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung dan Desa Gondang, Kecamatan Gangga.
Di dua desa ini ada ratusan warga yang bekerja sebagai nelayan. Akan tetapi mereka sudah lama tidak melaut akibat cuaca buruk.
Sakinah, nelayan asal Desa Jenggala, menjadi salah satu penerima bantuan. Ia mengaku sudah cukup lama tidak turun ke laut.
“Perahu ada yang rusak karena ombak tinggi. Sudah lama tidak melaut,” ujarnya lirih.
Bantuan beras seberat 10 kilogram yang diterimanya memang tak banyak. Namun menurutnya itu sudah sangat berarti.
“Meski hanya 10 kilogram, bisa cukup untuk makan keluarga tiga sampai empat hari,” katanya dengan senyum tipis.
Di sudut lain balai desa, Irwan duduk sambil menunggu namanya dipanggil. Ia mengaku sudah lebih dari lima bulan tidak melaut.
“Selama tidak melaut, ya cari pekerjaan apa saja. Kadang ikut kerja proyek bangunan kalau ada yang ngajak, kadang ngojek,” tuturnya.
Namun, pekerjaan serabutan itu tak selalu ada. Penghasilan pun tidak menentu, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan.
Usai penyaluran di Desa Jenggala, bantuan serupa juga disalurkan kepada nelayan di Desa Gondang, Kecamatan Gangga.
Di wilayah pesisir Bangsal Ketapang, kondisi nelayan tak jauh berbeda.
Ombak besar dan angin kencang memaksa mereka berhenti melaut sejak akhir tahun lalu.
Muhdin, nelayan asal Desa Gondang, mengaku.sudah tidak melaut sejak Bulan November 2025 lalu.
Rumahnya yang berada dekat pesisir membuatnya sangat bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan.
Selama tidak melaut, sangat kesulitan mencari nafkah keluarga. "Saya juga tidak punya sawah, jadi tidak ada pekerjaan lain,” ungkapnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Lombok Utara Ditangkap Satresnarkoba Diduga Terkait Narkoba
Bantuan beras yang diterima setidaknya mampu meringankan beban, meski hanya sementara.
Penyaluran beras CPP di Desa Jenggala dan Desa Gondang tersebut dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK KLU Hj Rohani Najmul Akhyar bersama jajaran pejabat pemerintah daerah.
Editor : Prihadi Zoldic