LombokPost – Bhayangkari Cabang Kabupaten Lombok Utara memanen 750 liter eco enzym konsentrat, belum lama inj.
Jumlah itu setara 750 ribu liter pupuk organik cair setelah proses pengenceran.
Hasil panen tersebut merupakan hasil pengolahan limbah organik selama tiga bulan terakhir.
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta berharap, ini akan mampu mendorong pertanian ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Heny menjelaskan, produksi eco enzym merupakan tindak lanjut Gerakan Nasional Pengolahan Limbah Organik yang digagas Ketua Bhayangkari Pusat.
Gerakan serentak itu sebelumnya mencatatkan rekor MURI dengan melibatkan 59.800 anggota Bhayangkari se-Indonesia.
Di Lombok Utara, sebanyak 150 anggota Bhayangkari memproduksi 750 biang eco enzym.
Setelah difermentasi selama tiga bulan, berkembang menjadi 750 liter eco enzym, setara 750 ribu liter pupuk alami.
Ia menegaskan, gerakan tersebut tidak hanya menyasar pengurangan limbah rumah tangga.
Tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor pertanian yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pestisida alami, hingga pengurai limbah.
Sebagian hasil panen rencananya akan didistribusikan kepada kelompok tani di setiap desa.
Heny berharap, ini bisa membantu petani meningkatkan kesuburan tanah, menekan biaya produksi, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Heny menambahkan, Bhayangkari berkomitmen menjadikan pengolahan limbah organik sebagai gerakan berkelanjutan berbasis keluarga dan komunitas.
Dengan pendekatan itu, program eco enzym diharapkan memberi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.
“Kami ingin gerakan ini terus berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,”
tutupnya.