Aroma gorengan, sate, hingga aneka minuman manis bercampur di udara, menggoda siapa saja yang melintas.
Setiap sore selama Ramadan, tempat ini berubah menjadi pusat bazar kuliner yang ramai.
Menjelang azan magrib, keramaian semakin terasa. Warga bergegas memilih makanan terakhir sebelum kembali ke rumah.
Selain makanan dan minuman siap santap, beberapa pelaku usaha juga menjual produk kemasan. Termasuk olahan belut dan makanan ringan lainnya.
Beginilah suasana Bazar Ramadan di kawasan Alun-alun Tioq Tata Tunaq. Fasilitas lapak disediakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan, dengan menampung 22 UMKM.
Warga dari berbagai desa di Lombok Utara datang untuk mencari menu berbuka puasa.
Mereka sekaligus menikmati suasana kebersamaan yang khas di bulan suci.
Di salah satu lapak, Rahmawati sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Beragam takjil seperti es buah, kolak, hingga kue basah tersusun rapi di mejanya.
“Alhamdulillah, sejak ada bazar ini pembeli ramai,” ujarnya.
Menurutnya, bazar Ramadan menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan penghasilan.
Kata dia, Ramadan memang momen yang ditunggu pedagang. "Banyak pembeli, jadi dagangan cepat habis,” katanya.
Salah seorang warga, Khairunnisa mengaku senang dengan adanya bazar tersebut. Menurutnya, pilihan menu berbuka menjadi lebih beragam dan mudah dijangkau.
“Tidak perlu jauh-jauh cari takjil. Banyak pilihan makanan juga,” katanya.
Dia mengaku hampir setiap sore datang ke lokasi bazar. Menurutnya, kegiatan ini membuat suasana Ramadan di Lombok Utara terasa lebih hidup.
“Setiap sore ramai sekali. Kita bisa jalan-jalan sambil cari makanan untuk berbuka. Ini juga membantu UMKM,” ujarnya.
Kabid Perdagangan Diskoperindag UMKM KLU Harianto mengatakan, bazar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pihaknya menyiapkan fasilitas bagi para pelaku UMKM agar bisa berjualan dengan nyaman.
“Kami memasang 10 tenda dan 2 terop, dilengkapi payung, untuk menampung 22 UMKM yang mayoritas bergerak di sektor kuliner,” jelasnya.
Harianto menyebutkan, bazar Ramadan ini memberi dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi para pedagang.
Dalam sehari, sebagian pelaku usaha bisa meraih omzet yang cukup besar. “Omzet mereka sampai Rp 3 juta, Rp 4 juta, bahkan Rp 5 juta sehari,” ungkapnya.
Editor : Kimda Farida