Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

LKKS Lombok Utara Serahkan Santunan kepada Delapan LKS di Bulan Ramadan

Habibul Adnan • Kamis, 12 Maret 2026 | 22:30 WIB

Penyerahan paket sembako secara simbolis kepada LKS penerima manfaat.
Penyerahan paket sembako secara simbolis kepada LKS penerima manfaat.

LombokPost - Suasana kebersamaan dan kepedulian sosial terasa hangat dalam kegiatan santunan yang digelar Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Mereka menyalurkan bantuan kepada delapan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako hasil gotong royong dari berbagai pihak.

Mulai dari donatur swasta hingga instansi pemerintahan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan rutin setiap bulan Ramadan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU Fathurrahman mengatakan, santunan ini bagian dari program tahunan yang dikemas dalam bulan bakti sosial.

"Paket sembako yang kita kumpulkan dari beberapa sebanyak 169 paket," jelasnya.

Dia menambahkan, bantuan disalurkan kepada delapan LKS aktif. Menurut Fathurrahman, keberadaan LKS memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat.

LKS merupakan lembaga sosial yang dibentuk oleh masyarakat dan bergerak membantu kelompok rentan.

Seperti anak terlantar, lansia, hingga penyandang disabilitas.

Di Lombok Utara sendiri terdapat sekitar 50 LKS yang pernah terbentuk. Namun dari jumlah tersebut, hanya delapan lembaga yang saat ini masih aktif menjalankan kegiatan sosial.

“LKS dibentuk atas dasar kepedulian dan kepekaan sosial masyarakat," jelas Fathurrahman.

Karena itu, jelasnya LKS dibentuk bukan semata-mata untuk berharap bantuan pemerintah.

Tetapi menitikberatkan kepada semangat kemandirian dalam membantu sesama.
.
Ia juga mendorong para pengurus LKS untuk terus meningkatkan aktivitas kelembagaan. Pasalnya, berbagai bantuan dari Kementerian Sosial sebenarnya bisa diakses langsung oleh LKS, terutama bagi lembaga yang telah terakreditasi oleh badan akreditasi resmi.

“Membentuk LKS dengan mengajukan proposal ke Kemensos. Pemerintah daerah hanya memberikan rekomendasi saja,” terangnya.

Karena itu, ia berharap para pengurus LKS lebih aktif dalam mengembangkan program dan memperkuat kelembagaan.

Menurutnya, keberadaan LKS sangat dibutuhkan sebagai mitra pemerintah dalam menangani persoalan sosial di daerah.

Sementara itu, Ketua Umum LKKS KLU Hj Rohani mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap kelompok rentan di masyarakat.

Menurutnya, masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.

Permasalahan sosial itu mulai dari anak terlantar, lansia, hingga penyandang disabilitas.

Rohani mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama, khususnya kepada kelompok rentan dan mereka yang menghadapi masalah sosial.

Ia berharap kegiatan santunan di bulan Ramadan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Lombok Utara.

Editor : Marthadi
#Bupati Lombok Utara #Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial LKKS #Pemda Lombok Utara #Dinsos PPPA KLU #LKKS Lombok Utara