LombokPost - Halaman Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Utara mendadak lebih ramai dari biasanya, pagi Jumat (10/4). Bukan oleh kepulan asap atau suara panggilan darurat. Tetapi oleh gelak tawa puluhan anak-anak.
Mereka adalah anak-anak TK Rumah Lombok Multi Kultural School yang sedang mengikuti edukasi wisata. Anak-anak itu tampak datang dengan wajah penuh rasa ingin tahu.
Seragam warna-warni yang dikenakan berpadu dengan ekspresi antusias saat satu per satu mendekati mobil pemadam kebakaran yang terparkir gagah. Mata mereka berbinar, seolah melihat kendaraan besar itu bukan sekadar alat kerja.
Baca Juga: Damkarmat Mataram Tangani Serbuan Satwa Liar Selama Libur Lebaran
Mereka seolah menganggap sebagai wahana petualangan yang selama ini hanya mereka bayangkan dari cerita atau layar televisi. ”Siapa yang mau naik mobil damkar,” tanya salah satu petugas.
Serentak tangan-tangan kecil terangkat tinggi, disusul teriakan riang yang memecah suasana. Didampingi para guru, termasuk Baiq Haiatunnufus, anak-anak kemudian diajak menaiki mobil pemadam.
Mesin dinyalakan, dan tak lama kemudian sirine khas pun menggema. Suaranya melengking. Anak-anak itu bukannya takut dengan suara sirine, tapi justru disambut tawa dan sorak gembira.
Baca Juga: Damkarmat Mataram Butuh Tambahan Anggota dan APD Baru
Perjalanan dimulai. Mobil damkar perlahan bergerak keluar dari halaman kantor, mengelilingi Alun-alun Tioq Tata Tunaq. Angin pagi menyapu wajah-wajah polos itu, sementara beberapa anak melambaikan tangan ke arah warga yang mereka lewati.
Ada yang tertawa lepas, ada pula yang tak henti menunjuk ke berbagai arah, menikmati pengalaman baru yang tak terlupakan. Bagi mereka, ini bukan sekadar jalan-jalan. Ini adalah petualangan pertama menaiki mobil pemadam kebakaran, lengkap dengan sirine yang biasanya hanya terdengar dari kejauhan.
Namun di balik keceriaan itu, terselip pelajaran penting. Para petugas dengan sabar memperkenalkan berbagai hal kepada anak-anak. Mulai dari benda-benda berbahaya yang perlu dihindari, hingga tugas mulia seorang pemadam kebakaran.
Baca Juga: Hendak Padamkan Open Tembakau yang Terbakar, Mobil Damkarmat Lotim Terbalik
Anak-anak diajak mengenal seragam petugas, alat-alat yang digunakan, serta bagaimana api bisa menjadi ancaman jika tidak ditangani dengan benar. Dengan bahasa sederhana dan alat peraga yang menarik, pesan tentang pentingnya hidup aman mulai ditanamkan sejak dini.
Anak-anak tampak menyimak dengan serius, meski sesekali perhatian mereka kembali teralihkan oleh rasa kagum pada selang besar atau helm petugas yang mereka coba kenakan.
Haiatunnufus mengatakan, kegiatan wisata edukasi ini menjadi bagian dari upaya TK Rumah Lombok Multi Kultural School, menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. ”Tidak hanya belajar di dalam kelas,” ujarnya.
Anak-anak sengaja diajak berinteraksi langsung dengan lingkungan. Mereka dikenalkan seputar pemadam kebakaran dan profesi yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Perjalanan pun berakhir di titik semula, kembali ke kantor Dinas Damkar. Namun bagi anak-anak, pengalaman hari itu jelas belum usai. Cerita tentang mobil besar, sirine yang meraung, dan petugas pemberani akan terus mereka ingat.
”Anak-anak tadi sangat senang, sangat excited. Tentu menjadi pengalaman yang berharga dan mungkin tidak terlupakan,” pungkasnya. (HABIBUL ADNAN, Lombok Utara/r8)
Editor : Redaksi