Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kegiatan Dharma Santi di Senaru Lombok Utara, Upaya Merajut Harmoni Agama dan Negara

Habibul Adnan • Selasa, 5 Mei 2026 | 09:33 WIB
KEBERSAMAAN: Kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi simbol harmoni kegiatan Dharma Santi di Senaru.
KEBERSAMAAN: Kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi simbol harmoni kegiatan Dharma Santi di Senaru.

LombokPost - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Pura Penataran Agung Rinjani Kebaloan, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Jumat (1/5).

Ratusan umat Hindu berkumpul dalam kegiatan Dharma Santi.

Balutan busana adat yang rapi, senyum hangat, serta sapaan akrab antarwarga menghadirkan suasana penuh kekeluargaan.

Di tempat suci yang dikelilingi kesejukan alam Desa Senaru itu, Dharma Santi seolah bukan sekadar seremoni.

Baca Juga: Desa Gumantar Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Pendidikan Lombok Utara Makin Maju

Lebih dari itu, menjadi ruang bertemunya nilai, tradisi, dan kebersamaan.

Hal ini juga digambarkan dalam tema yang diangkat,  “Dharmaning Agama lan Dharmaning Negara".

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan pemerintah semakin memperkuat makna kebersamaan itu.

Sekitar 150 umat Hindu sedharma hadir, bersama tokoh agama, aparat desa, hingga unsur TNI-Polri. Mereka larut dalam rangkaian kegiatan yang sarat makna dan penuh nuansa kekeluargaan.  

Baca Juga: Satlantas Polres KLU Tegakkan Disiplin Berlalu Lintas di Kalangan Pelajar, Puluhan Kendaraan dan Surat-surat Diamankan

Ketua PHDI Kecamatan Bayan I Putu Widia Darma menegaskan, bahwa Dharma Santi merupakan momentum memperkuat nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut, ajaran agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga harus tercermin dalam sikap sosial dan kebangsaan.

Melalui Dharma Santi, katanya, Umat Budha diingatkan untuk terus menjaga keseimbangan antara pengabdian kepada Tuhan dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Baca Juga: Satpol PP KLU Gandeng Kejari Mataram dan Polres KLU untuk Tertibkan Bangunan Liar di Sempadan Pantai Gili Trawangan

Dengan begitu, kehidupan yang harmonis bukan hanya menjadi harapan. "Tetapi harus bisa kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Kapolsek Bayan I Wayan Cipta Naya melihat, tema yang diangkat sebagai refleksi penting dalam kehidupan berbangsa.

Menurutnya, keharmonisan tidak akan terwujud tanpa keseimbangan antara nilai agama dan kepatuhan terhadap aturan negara.

“Ketika masyarakat mampu menjalankan kewajiban agamanya dengan baik sekaligus taat pada aturan negara, maka keamanan dan ketertiban akan tercipta dengan sendirinya,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemda KLU Tak Khawatir Kenaikan Retribusi WNA ke Tiga Gili Turunkan Kunjungan

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama di tengah keberagaman yang ada di Bayan.

Baginya, kegiatan seperti Dharma Santi menjadi ruang yang efektif untuk merawat persaudaraan dan memperkuat persatuan.

“Kegiatan ini sangat positif sebagai wadah mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” tutupnya.

Editor : Kimda Farida
#pura penataran agung rinjani #umat hindu KLU #desa senaru #dharma santi #Kecamatan Bayan